Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melontarkan gagasan mutakhir guna mengatasi ledakan populasi ikan sapu-sapu di sungai Jakarta. Pasalnya, tangkapan ikan ini pada akhir pekan kemarin mencapai 6,9 ton.
Hanya saja, pemanfaatan ikan sapu-sapu makin terbatas. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Haeru Rahayu, menyatakan bahwa ikan sapu-sapu sulit untuk dimanfaatkan. “Yang berbahayanya kalo dimanfaatkan untuk dikonsumsi, disinyalir mengandung logam berat,” ucap Haeru.
Logam berat tersebut berasal dari habitat ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta yang juga tercemar logam berat. Lantas, kenapa sungai Jakarta tercemar logam berat?
Bukan Ikan yang Beracun, tapi Sungai yang Kotor
Sungai-sungai di Jakarta telah lama menjadi sorotan karena tingkat pencemarannya yang tinggi, terutama oleh logam berat seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd), dan kromium (Cr).
Pencemaran ini bukan hanya merusak ekosistem perairan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat yang bergantung pada air sungai, baik secara langsung maupun tidak langsung
Untuk memahami persoalan ini, penting melihat akar penyebab serta pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam menjaga kelestariannya.
Salah satu penyebab utama pencemaran logam berat di sungai Jakarta adalah aktivitas industri. Banyak kawasan industri di sekitar Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor membuang limbah cair ke sungai.
Meskipun terdapat aturan mengenai pengolahan limbah, tidak semua perusahaan mematuhi standar yang ditetapkan. Limbah yang tidak diolah dengan baik sering kali mengandung zat berbahaya yang akhirnya mengalir ke badan air.
Baca Juga: Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!
Selain itu, limbah domestik juga berkontribusi terhadap pencemaran. Meskipun umumnya tidak mengandung logam berat dalam jumlah besar, akumulasi bahan kimia dari deterjen, baterai, cat, dan produk rumah tangga lainnya dapat meningkatkan kadar logam berat di air sungai.
Kurangnya sistem pengelolaan limbah terpadu di Jakarta memperparah kondisi ini.
Faktor lain adalah aktivitas informal seperti bengkel kecil, industri rumahan, hingga pembuangan limbah elektronik secara sembarangan.
Limbah elektronik (e-waste) mengandung berbagai logam berat berbahaya yang dapat larut dan mencemari air tanah serta sungai.
Karena sifatnya yang tidak terorganisir, aktivitas ini sulit diawasi dan sering luput dari regulasi.
Dari sisi lingkungan, kondisi sungai di Jakarta juga dipengaruhi oleh minimnya daerah resapan dan rusaknya ekosistem bantaran sungai.
Berita Terkait
-
Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!
-
Petaka Berenang di Ciliwung: Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus, Tim SAR Sisir Sungai Hingga 4 Km
-
Kejar Target Tembus Top 50 Kota Global, Pramono Anung 'Gerilya' ke Tiongkok hingga Jepang
-
Desak Transisi Energi Adil, Massa Gelar Aksi di Depan Kantor ESDM
-
Hasil PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta di Babak I: Gol Cepat Vidal Dibalas Allano
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Xiaomi Power Bank 20.000 mAh 2026 Tawarkan Fast Charging, Isi iPhone dengan Cepat
-
5 HP Baru 2026 Siap Usung Baterai 10.000 mAh: Ada Ponsel Midrange Redmi dan Oppo
-
Game Klasik Legendaris Trilogi Hitman Dapatkan Remaster, Apa Saja Fiturnya?
-
58 Kode Redeem FF Max Terbaru 7 Juni 2026: Ada Skin SG2 Golden dan Football Bundle Gratis
-
Game FIFA World Cup Launch Edition Ada di Netflix: Terhubung Smart TV, Kontrol Lewat HP
-
HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
-
Lebih Murah dari Model FE, Vivo V70 Lite Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo
-
4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
-
Rp1,5 Juta Dapat HP Vivo Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik dengan Kamera 50 MP dan Baterai Jumbo
-
4 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan untuk Gaming dan Streaming Sepuasnya