News / Metropolitan
Rabu, 22 April 2026 | 17:14 WIB
Tim SAR menyisir sungai Ciliwung mencari bocah 11 tahun yang hilang terseret arus pada Selasa (21/4/2026). (Dok. Basarnas)
Baca 10 detik
  • Seorang bocah bernama Alghozali hanyut terseret arus Sungai Ciliwung di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa, 21 April 2026.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian masif menggunakan perahu karet dan jalur darat hingga radius empat kilometer dari lokasi.
  • Operasi pencarian hari kedua terus dilakukan secara optimal dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah serta relawan organisasi masyarakat.

Suara.com - Personel Basarnas bersama tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian intensif terhadap seorang bocah yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.

Peristiwa nahas tersebut menimpa korban di kawasan Jalan Tanah Rendah, Kelurahan Kampung Melayu, pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban yang teridentifikasi bernama Alghozali (11), dilaporkan hilang saat sedang asyik berenang menyusuri sungai bersama lima orang temannya.

Berdasarkan kronologi kejadian, rombongan anak-anak mulanya berniat menyusuri aliran sungai menuju wilayah Bukit Duri.

Namun, petaka muncul ketika korban diduga mengalami kram perut yang hebat sebelum berhasil mencapai rumah pompa Bukit Duri.

Kondisi fisik yang melemah membuat Alghozali tidak mampu melanjutkan renang dan seketika terseret oleh derasnya arus sungai.

Memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (22/4/2026), tim gabungan mulai membagi area penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Ciliwung.

Petugas juga melakukan pengamatan visual melalui jalur darat, dengan radius jangkauan mencapai empat kilometer dari lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menegaskan bahwa seluruh kekuatan telah dikerahkan demi mempercepat penemuan korban.

Baca Juga: Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Titik Tertinggi Hampir Setinggi Orang Dewasa

"Upaya pencarian kami lakukan secara optimal dengan membagi area penyisiran menjadi beberapa sektor. Seluruh personel dan peralatan kami kerahkan, termasuk penggunaan perahu karet dan peralatan pendeteksi bawah air, guna memperbesar peluang menemukan korban secepat mungkin," ujar Desiana.

Selain faktor peralatan, Desiana mengungkapkan bahwa kondisi alam saat ini cukup mendukung jalannya operasi pencarian.

"Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca yang cerah menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan operasi SAR hari ini, meskipun arus Sungai Ciliwung tetap menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," tambahnya.

Operasi berskala besar ini melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD DKI Jakarta, Polsek Jatinegara, Polairud Polda Metro Jaya, hingga relawan dari berbagai organisasi.

Sejumlah tim seperti Khatulistiwa Rescue Team, Rumah Zakat, hingga masyarakat setempat turut bahu-membahu menyisir setiap sudut sungai.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian secara masif, dengan harapan keberadaan Alghozali segera ditemukan.

Load More