- Seorang bocah bernama Alghozali hanyut terseret arus Sungai Ciliwung di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa, 21 April 2026.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian masif menggunakan perahu karet dan jalur darat hingga radius empat kilometer dari lokasi.
- Operasi pencarian hari kedua terus dilakukan secara optimal dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah serta relawan organisasi masyarakat.
Suara.com - Personel Basarnas bersama tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian intensif terhadap seorang bocah yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.
Peristiwa nahas tersebut menimpa korban di kawasan Jalan Tanah Rendah, Kelurahan Kampung Melayu, pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban yang teridentifikasi bernama Alghozali (11), dilaporkan hilang saat sedang asyik berenang menyusuri sungai bersama lima orang temannya.
Berdasarkan kronologi kejadian, rombongan anak-anak mulanya berniat menyusuri aliran sungai menuju wilayah Bukit Duri.
Namun, petaka muncul ketika korban diduga mengalami kram perut yang hebat sebelum berhasil mencapai rumah pompa Bukit Duri.
Kondisi fisik yang melemah membuat Alghozali tidak mampu melanjutkan renang dan seketika terseret oleh derasnya arus sungai.
Memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (22/4/2026), tim gabungan mulai membagi area penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Ciliwung.
Petugas juga melakukan pengamatan visual melalui jalur darat, dengan radius jangkauan mencapai empat kilometer dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menegaskan bahwa seluruh kekuatan telah dikerahkan demi mempercepat penemuan korban.
Baca Juga: Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Titik Tertinggi Hampir Setinggi Orang Dewasa
"Upaya pencarian kami lakukan secara optimal dengan membagi area penyisiran menjadi beberapa sektor. Seluruh personel dan peralatan kami kerahkan, termasuk penggunaan perahu karet dan peralatan pendeteksi bawah air, guna memperbesar peluang menemukan korban secepat mungkin," ujar Desiana.
Selain faktor peralatan, Desiana mengungkapkan bahwa kondisi alam saat ini cukup mendukung jalannya operasi pencarian.
"Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca yang cerah menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan operasi SAR hari ini, meskipun arus Sungai Ciliwung tetap menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," tambahnya.
Operasi berskala besar ini melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD DKI Jakarta, Polsek Jatinegara, Polairud Polda Metro Jaya, hingga relawan dari berbagai organisasi.
Sejumlah tim seperti Khatulistiwa Rescue Team, Rumah Zakat, hingga masyarakat setempat turut bahu-membahu menyisir setiap sudut sungai.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian secara masif, dengan harapan keberadaan Alghozali segera ditemukan.
Berita Terkait
-
Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Titik Tertinggi Hampir Setinggi Orang Dewasa
-
Operasi Serentak! Ikan Sapu-Sapu Diburu di Sungai-Sungai Jakarta
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih
-
Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?
-
Viral! Hotel di Negara Ini Buat Pengumuman: Hewan dan Orang Yahudi Dilarang Masuk
-
Kejar Target Tembus Top 50 Kota Global, Pramono Anung 'Gerilya' ke Tiongkok hingga Jepang
-
Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!
-
Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Menlu RI: Patroli di Kawasan
-
Harga BBM dan Elpiji Non-Subsidi Naik, Tulus Cium Aroma Anomali di Lapangan, Apa Itu?
-
Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
-
Akademisi Tekankan Pengawasan Ketat Aliran Dana Asing, Ini Alasannya
-
Jalur Haji Syam: Rute Legendaris dari Damaskus ke Madinah yang Sarat Makna Spiritual