-
Motorola Signature resmi meluncur di Indonesia dengan skor DxOMark sebesar 164 poin.
-
Performa kamera Motorola Signature mampu mengungguli iPhone 16 Pro Max secara signifikan.
-
HP ini gunakan sensor Sony LYTIA 50 MP di seluruh lensa kamera.
Bintang utama adalah sensor Sony LYTIA 828 pada kamera primer.
Dengan format optik 1/1,28 inci dan bukaan f/1.6, sensor ini diklaim mampu menangkap cahaya jauh lebih banyak dibandingkan sensor standar pada segmennya.
Teknologi Quad Pixel yang merupakan kunci di balik performa low-light yang luar biasa. Bagi pengguna profesional, konsistensi 50 MP di semua lensa ini sangat krusial.
Seringkali, saat kita berpindah dari lensa utama ke ultrawide atau telefoto, kita merasakan penurunan kualitas detail atau pergeseran warna yang drastis.
Di Motorola Signature, transisi ini terasa sangat seamless. Lensa periskopnya yang menggunakan sensor Sony LYTIA 600 mendukung zoom optik 3x dan Super Zoom Pro hingga 100x yang diproses secara cerdas oleh AI, memastikan detail tetap tajam meski objek berada di kejauhan.
2. SkinTone dari Pantone
Di saat banyak produsen ponsel terjebak dalam perang "AI yang mempercantik foto secara berlebihan" (hingga terkadang terlihat tidak natural), Motorola mengambil langkah berbeda dengan menggandeng Pantone.
Motorola Signature adalah salah satu ponsel pertama yang menyandang sertifikasi Pantone Validated dan Pantone SkinTone Validated.
Apa artinya ini bagi Anda sebagai editor atau kreator konten? Presisi.
Baca Juga: 6 HP Kamera OIS Terbaik Harga Rp2 Jutaan 2026, Video Anti Goyang Ala Ponsel Flagship
Fitur ini diklaim memastikan bahwa apa yang ditangkap oleh sensor kamera adalah representasi akurat dari dunia nyata.
Validasi ini mencakup spektrum warna Pantone yang sangat luas. Paling penting, mampu merender berbagai variasi warna kulit manusia secara autentik.
3. Kemampuan Video Dolby Vision 8K dan Integrasi Moto AI
Fitur ketiga yang tak kalah menarik adalah lompatan besar di sektor videografi.
Motorola Signature mendukung perekaman video 8K dalam format Dolby Vision. Mengingat bodinya yang sangat tipis, kemampuan untuk mengolah data video sebesar ini tanpa isu overheating yang berarti adalah sebuah keajaiban teknik.
Dukungan Dolby Vision memberikan rentang dinamis yang sangat luas, memastikan detail di area bayangan (shadows) dan area terang (highlights) tetap terjaga dengan gradasi warna 10-bit yang kaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN