-
Saham Roblox anjlok 23 persen akibat kebijakan verifikasi usia lebih ketat.
-
Sistem keamanan baru memperlambat akuisisi pengguna dan komunikasi di dalam platform.
-
Analis menilai revisi pendapatan Roblox kini lebih realistis bagi investor jangka panjang.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari game populer dengan lebih dari 1 miliar pengguna. Saham Roblox Corporation (RBLX) anjlok hingga 23 persen setelah laporan keuangan terbarunya dirilis.
Penyebabnya bukan karena game yang buruk atau kehilangan popularitas, melainkan sebuah langkah yang ironis.
Perusahaan membuat kebijakan untuk memprioritaskan keamanan anak, yang merupakan demografi utama platform tersebut.
Sebagai informasi, saham Roblox Corporation (RBLX) menyentuh 57,2 dolar AS pada 6 April 2026.
Berselang sebulan, tepatnya pada 6 Mei 2026, saham Roblox anjlok 23,1 persen di angka 44,04 dolar AS atau Rp770 ribu (kurs: Rp17.404).
Angka sebesar itu merupakan penurunan terdalam RBLX dalam setahun terakhir mengingat saham Roblox sempat menyentuh 135 dolar AS pada 2025.
Ini menjadi pelajaran pahit bagi investor bahwa apa yang baik bagi pelanggan terkadang bisa menjadi berita buruk bagi pemegang saham dalam jangka pendek.
Penurunan tersebut dipicu oleh revisi proyeksi pendapatan yang jauh di bawah ekspektasi Wall Street, imbas langsung dari penerapan sistem verifikasi usia yang lebih ketat.
Platform game online ini berada di bawah tekanan besar terkait isu keamanan anak, bahkan menghadapi tuntutan hukum.
Baca Juga: Publisher Game Indonesia Siap Bawa TypeCaster dan Irradiant Skies ke Pasar Global
Sebagai respons, Roblox meluncurkan fitur verifikasi usia yang memisahkan pengguna ke dalam kelompok umur berbeda untuk interaksi.
Langkah ini, meskipun tepat secara etis, ternyata menghambat pertumbuhan.
"Pertumbuhan terhambat oleh kendala yang lebih besar dari perkiraan akibat peluncuran fitur pengecekan usia," tulis Roblox pada laporan kepada investor dikutip dari GameSpot.
Fitur ini memperlambat akuisisi pengguna baru dan mengurangi komunikasi di dalam platform, dua elemen vital yang menopang ekosistem sosial Roblox.
Akibatnya, proyeksi pemesanan untuk tahun ini direvisi turun secara drastis, membuat investor panik.
Namun, tidak semua pihak melihat ini sebagai akhir pertumbuhan Roblox.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI
-
DJI Luncurkan Drone Murah untuk Pemula di Indonesia, Lito X1 dan Lito 1 Bisa Rekam Video 8K
-
5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 7 Mei 2026: Panen Hadiah SG Gurun hingga MP40 Cobra
-
7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
-
Bocoran iPhone 18: Apple Disebut Tunda Peluncuran, Spesifikasi Bakal Dipangkas?
-
Honor Siapkan HP Baterai 12.000mAh dan Fast Charging 120W, Siap Jadi Raja Smartphone Tahan Lama
-
10 Tablet Android Terkencang AnTuTu April 2026: Vivo dan Lenovo Pemuncak
-
29 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Mei 2026: Jangan Lewatkan Kartu Kvaratskhelia dan Dembele Gacor
-
Terpopuler: 5 HP Murah Terlaris Global Q1 2026 hingga Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan