-
Juri LCC 4 Pilar MPR Kalimantan Barat viral karena memberikan nilai minus.
-
Indri Wahyuni dijuluki Mrs Artikulasi setelah menganggap jawaban peserta tidak jelas.
-
Sekretariat Jenderal MPR RI resmi menonaktifkan juri dan meminta maaf publik.
Suara.com - Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat menuai perhatian netizen Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Sebagai 'hukuman sosial' dan pelampiasan kemarahan, netizen menjadikan juri LCC 4 Pilar MPR sebagai bahan meme.
Netizen bahkan menjuluki salah satu juri bernama Indri Wahyuni dengan nama "Mrs. Artikulasi".
Meski "Mrs. Artikulasi" dan "Duta Artikulasi" meminta maaf, netizen masih saja melampiaskan kemarahan kepada sang juri.
Tak hanya menjadi 'Duta Artikulasi', netizen dengan akun '@yaudahadudu' turut mengedit video lomba memakai AI.
Terdapat seorang pria yang masuk ke acara lomba serta memberikan penilaian minus 5 untuk juri.
"Yang artikulasinya kurang jelas minggir dulu. Minus 5 buat telinga juri," sindir seorang pria memakai video AI.
Ia lantas memberikan piala untuk tim yang pantas menjadi pemenangnya.
Kehebohan bermula pada Babak Final 4 Pilar LCC yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C) dan SMAN 1 Sambas (Regu B).
Pertanyaan yang diajukan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga: Pimpinan MPR Panggil-Tegur Juri LCC Kalbar, Sanksi Sesuai Aturan BKN Menanti?
Perwakilan SMAN 1 Pontianak (Josepha Alexandra) menjawab dengan tepat bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden.
Salah satu juri justru memberikan nilai -5 kepada Regu C dengan alasan kata "DPD" tidak terdengar atau artikulasinya tidak jelas.
Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama dilempar kembali dan dijawab oleh Regu B (SMAN 1 Sambas) dengan substansi jawaban yang sama persis. Namun, kali ini juri memberikan poin penuh (+10).
"Artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah (jelas) tapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas, maka dewan juri berhak memberikan minus lima," ujar Indri Wahyuni.
Cuplikan 'ketidakadilan' pada lomba lantas viral sehingga MPR serta Lomba sempat trending pada 11-12 Mei 2026.
Sekretariat Jenderal MPR RI secara resmi meminta maaf atas kelalaian dewan juri dan mengumumkan bahwa dewan juri serta MC yang terlibat telah dinonaktifkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming
-
Lenovo x FIFA World Cup 2026 Hadir di Indonesia, Luncurkan Laptop AI Edisi Terbatas
-
Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar
-
Cara Reset HP OPPO: Panduan Lengkap dan Aman untuk Semua Tipe
-
Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi
-
4 Trik Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar Tanpa Bantuan Tukang Servis
-
Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan
-
Akhirnya Rilis! Vivo X Fold 6 Bawa Baterai 7.000 mAh dan Kamera Zeiss 200 MP
-
XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G