- Penguatan nilai tukar dolar AS menyebabkan tekanan harga pada produk Apple di Indonesia yang berpotensi memicu penyesuaian harga.
- PT MAP Zona Adiperkasa menjaga keterjangkauan produk melalui kemitraan pembiayaan, cicilan nol persen, dan program tukar tambah perangkat lama.
- Minat beli masyarakat terhadap produk Apple di Indonesia terpantau masih stabil meski terjadi fluktuasi nilai tukar dolar global.
Namun demikian, Farah tidak menampik kemungkinan adanya penyesuaian harga pada sejumlah produk Apple ke depan apabila nilai tukar dolar terus mengalami kenaikan signifikan.
“Produk yang baru masuk sekarang harganya masih stay, tapi untuk produk-produk berikutnya mungkin akan ada adjustment,” ungkapnya.
Menurutnya, dampak kenaikan dolar tidak hanya dirasakan Apple, tetapi juga hampir seluruh industri retail dan produk impor di Indonesia.
“Ini bukan cuma terjadi di produk Apple. Semua produk kena impact karena exchange rate dan kenaikan dolar yang cukup signifikan,” tutur Farah.
Meski ada tekanan biaya impor, Farah memastikan pihak retailer akan terus menyesuaikan strategi penjualan agar harga tetap kompetitif di tengah kondisi pasar yang dinamis.
“Kita selalu berusaha beradaptasi dengan harga tersebut. Kalau dolar turun, kita juga akan adjust lagi. Jadi kita selalu mencoba untuk match dengan kondisi kurs yang ada,” ujarnya.
Berita Terkait
-
MacBook Pro Layar OLED Segera Masuk Produksi Massal, Pakai Chip Apple Anyar
-
Rupiah Melemah Tekan Industri Telekomunikasi, XLSmart Fokus Kejar Pelanggan Berkualitas
-
Chef Arnold Kena Cibir Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar
-
Bocoran Kalender Rilis Gadget 2026: Dari iPhone Lipat hingga HP Baterai Monster 7.000 mAh
-
Self-Reward Akhir Tahun: Dari Konsol Genggam hingga Laptop AI, Ini Rekomendasi Gadget dari Lenovo
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
Terkini
-
ITSEC Asia Siap Perbesar Bisnis Keamanan Siber, Laba CYBR Tembus Rp68 Miliar
-
Realme Buds Air 8 Pro Debut dengan Audio Hi-Res, Baterai Tahan 50 Jam
-
Where Ultimate Meets Possible: Anker Day 2026 Jadi Panggung Terobosan Teknologi
-
VistaTab 30 GT & 30 Pro, Tablet Praktis untuk Hiburan hingga Produktivitas Anak Muda
-
Aturan Baru Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Bisa Tekan Hoaks dan Akun Anonim
-
Terpopuler: Laptop Alternatif Macbook Neo, Samsung Kembangkan HP Layar Gulung Futuristik
-
Realme Watch S5 Hadir dengan Layar AMOLED Mewah, Baterai Tahan 20 Hari
-
Redmi Note 17 Series Muncul di Database IMEI, Versi Tertinggi Bawa Baterai 10.000 mAh?
-
Meta Punya Fitur Baru, Perketat Akun Remaja Instagram, Konten Dewasa dan Bahasa Kasar Kini Dibatasi
-
Smart Classroom Berbasis AI Mulai Masuk Sekolah Indonesia, Pembelajaran Digital Makin Canggih