- Silicon Quantum Computing asal Australia berkolaborasi dengan AMD untuk mengembangkan prosesor kuantum berskala komersial yang diproyeksikan hadir pada 2033.
- SQC memanfaatkan teknologi perangkat keras AMD untuk mengendalikan qubit dengan tingkat presisi atom guna mendukung efisiensi sistem komputasi kuantum.
- Inovasi teknologi ini bertujuan merevolusi sektor telekomunikasi, keuangan, dan energi melalui integrasi sistem kuantum, kecerdasan buatan, serta komputasi klasik.
Menurutnya, integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak menjadi kunci untuk mempercepat inovasi di bidang quantum computing.
Digunakan untuk AI, Telekomunikasi hingga Keamanan Finansial
Meski komputer kuantum skala penuh masih dalam tahap pengembangan, teknologi yang dikembangkan SQC sudah mulai dimanfaatkan oleh berbagai industri.
Di sektor telekomunikasi, sistem kuantum digunakan untuk menganalisis kesehatan jaringan dan memprediksi potensi gangguan layanan.
Sementara itu, industri jasa keuangan memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan deteksi aktivitas pencucian uang dan mengidentifikasi akun berisiko sebelum digunakan dalam kejahatan finansial.
Perusahaan energi juga mulai mengintegrasikan komputasi kuantum untuk meningkatkan efisiensi distribusi daya dan mengantisipasi lonjakan permintaan listrik.
Lead of Hardware Team SQC, Alan Mujumdar, menilai teknologi AMD memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem kuantum.
"Fleksibilitas platform AMD tidak tertandingi. Itu merupakan pilihan paling jelas untuk kebutuhan kami karena mampu menyeimbangkan kemampuan analog dan digital secara mulus," ungkap Mujumdar.
Quantum Computing dan AI Akan Berjalan Berdampingan
Baca Juga: Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
SQC meyakini masa depan industri teknologi akan menggabungkan komputasi klasik, kecerdasan buatan (AI), dan komputasi kuantum dalam satu ekosistem yang saling melengkapi.
Perusahaan bahkan telah mengembangkan sistem quantum machine learning yang diklaim mampu mempercepat proses pelatihan model AI dan meningkatkan efisiensi pusat data modern.
Buckland juga menyoroti keandalan teknologi AMD yang digunakan dalam berbagai tahapan pengembangan.
"Ketika Anda menerima produk dari AMD, Anda melakukan deployment firmware dan semuanya berjalan sempurna," ujarnya.
Sementara itu, Simmons menegaskan bahwa minat terhadap teknologi kuantum terus meningkat di kalangan perusahaan global.
"Pelanggan kami adalah perusahaan-perusahaan terbesar di dunia, dengan anggaran R&D yang besar dan fokus kuat pada teknologi frontier. Sistem kuantum, klasik, dan AI akan bekerja berdampingan. Komputasi heterogen adalah masa depan," kata Simmons.
Komputer Kuantum Komersial Diprediksi Hadir 2033
Saat ini SQC memproduksi dan menguji ratusan desain chip kuantum setiap tahun. Perusahaan juga secara rutin melakukan pembaruan firmware dan pengembangan perangkat keras untuk mempercepat inovasi.
Kolaborasi jangka panjang dengan AMD disebut akan terus berlanjut, termasuk dalam pengembangan platform adaptive computing generasi berikutnya.
"Hari ini, kami baru menyentuh permukaan dari apa yang dapat dilakukan komputasi kuantum bagi teknologi dan masyarakat. Komputasi kuantum skala komersial sudah di depan mata dan saya sangat antusias melihat masa depan setelah titik tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026
-
XLSMART Perluas Jaringan 5G di 33 Kota, Fokus Tingkatkan Kecepatan Internet dan Layanan Digital
-
Fitur Canggih Garmin untuk Ibu Modern, Pantau Energi, Tidur, dan Stres Secara Real-Time
-
Apple Watch hingga iPhone Jadi Sorotan di Event Lari 5K dan Kelas Teknologi
-
Acer Edu Summit 2026: Inovasi AI Ubah Cara Belajar, Ini Teknologi dan Strategi Pendidikan Masa Depan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Lampu LED 40 Persen Lebih Terang Resmi Hadir, Tetap Nyaman di Mata dan Hemat Listrik
-
5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
-
5 HP 5G RAM 12 GB Termurah Juni 2026, Performa Gak Kaleng-kaleng Mulai Rp2 Jutaan
-
iPhone 18 Pro Dikabarkan Punya Dua Kapasitas Baterai Berbeda, Ini Detailnya
-
Huawei nova 16z Resmi Meluncur, Kini Bisa Kirim Pesan dan Foto Lewat Satelit Tanpa Sinyal
-
4 HP Realme Paling Banyak Dicari di Toko Online: Spesifikasi Mantap, Harga Miring
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 Juni 2026: Panen 5000 Gems dan Draft Voucher
-
37 Kode Redeem FF Terbaru 2 Juni 2026: Amankan Token Bundle Golden Shade Hari Ini
-
Serangan NFC di HP Android Naik 188%, Penipu Kini Bisa Kuras Rekening dari Jarak Jauh
-
AI Percepat Serangan Siber, CrowdStrike Sebut Industri Keuangan dalam Bahaya