Tekno / Tekno
Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB
Ilustrasi Komputer Kuantum. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Silicon Quantum Computing asal Australia berkolaborasi dengan AMD untuk mengembangkan prosesor kuantum berskala komersial yang diproyeksikan hadir pada 2033.
  • SQC memanfaatkan teknologi perangkat keras AMD untuk mengendalikan qubit dengan tingkat presisi atom guna mendukung efisiensi sistem komputasi kuantum.
  • Inovasi teknologi ini bertujuan merevolusi sektor telekomunikasi, keuangan, dan energi melalui integrasi sistem kuantum, kecerdasan buatan, serta komputasi klasik.

Suara.com - Perlombaan menghadirkan komputer kuantum komersial semakin memanas. Perusahaan teknologi kuantum asal Australia, Silicon Quantum Computing (SQC), mengungkapkan kemajuan signifikan dalam pengembangan prosesor kuantum berbasis silikon dengan dukungan teknologi komputasi canggih dari AMD.

Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya menghadirkan komputer kuantum skala komersial yang diproyeksikan mulai tersedia pada 2033.

Teknologi tersebut diyakini mampu merevolusi berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, keuangan, energi, hingga pertahanan.

Founder dan CEO SQC, Michelle Simmons, menegaskan bahwa pengembangan komputer kuantum membutuhkan dukungan teknologi terbaik yang tersedia saat ini.

"Menghadirkan komputer kuantum skala komersial membutuhkan hardware paling modern di dunia serta hubungan yang kuat dengan penyedia hardware. Kami bangga menggunakan produk AMD, dan kami menjalani perjalanan ini bersama-sama," ujar Simmons dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).

Kembangkan Komputer Kuantum dengan Presisi Tingkat Atom

SQC merupakan perusahaan deep-tech yang lahir dari lingkungan universitas di Australia dan kini telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di industri komputasi kuantum global.

Perusahaan tersebut berhasil mengembangkan teknologi penempatan atom fosfor individual pada silikon murni isotopik dengan tingkat akurasi mencapai 0,13 nanometer.

Kemampuan tersebut memungkinkan SQC menciptakan qubit atau unit dasar komputasi kuantum dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Baca Juga: Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026

Berbeda dengan komputer konvensional yang menggunakan bit bernilai 0 atau 1, qubit mampu berada pada beberapa kondisi sekaligus, sehingga berpotensi menghasilkan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar.

Teknologi AMD Jadi Tulang Punggung Sistem Kuantum

Untuk mengendalikan sistem kuantum yang kompleks, SQC memanfaatkan platform AMD Zynq UltraScale+ RFSoC yang dirancang khusus untuk mengatur dan membaca qubit secara presisi.

Selain itu, perusahaan juga menggunakan klaster komputasi berbasis prosesor AMD Ryzen Threadripper guna menjalankan simulasi, pemodelan, hingga pengembangan perangkat lunak kuantum.

Head of Software SQC, Ramon Buckland, menjelaskan bahwa kemampuan platform AMD menjadi faktor penting dalam menjaga performa sistem.

"Dengan mengendalikan setiap aspek, hingga pulsa analog untuk kontrol qubit, kami memaksimalkan keandalan dan performa. Platform AMD memungkinkan kami mengirim instruksi ke qubit dengan kecepatan yang dibutuhkan komputasi kuantum," kata Buckland.

Load More