- Wamenkomdigi Nezar Patria menekankan pentingnya penguatan ekosistem digital nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi global.
- Indonesia berkontribusi 40 persen ekonomi digital ASEAN dengan potensi nilai hingga 360 miliar dolar AS di masa depan.
- Pemerintah menargetkan kemandirian teknologi menuju 2045 melalui kolaborasi strategis, pengembangan infrastruktur, talenta digital, serta inovasi kecerdasan artifisial.
Sebagai referensi, Nezar menilai keberhasilan India dalam membangun ekonomi digital layak menjadi contoh bagi Indonesia. Negara tersebut dinilai berhasil menciptakan fondasi ekonomi digital melalui pembangunan infrastruktur publik digital yang inklusif.
"Dengan India kita bisa belajar banyak. Mereka mulai membangun ekosistem digital sejak 2015 dengan memperkuat infrastruktur publik digital yang menjadi dasar pertumbuhan ekonomi digital mereka," ujarnya.
Ia menyoroti keberhasilan India dalam mengembangkan sistem identitas digital Aadhaar dan platform pembayaran digital Unified Payments Interface (UPI) yang kini menjadi tulang punggung layanan keuangan digital di negara tersebut.
"Kita melihat bagaimana UPI dan Aadhaar mampu menciptakan sistem yang inklusif, memperluas akses layanan keuangan, dan menjadi backbone bagi tumbuhnya ekonomi digital India," kata Nezar.
AI Jadi Penentu Posisi Indonesia di Rantai Pasok Global
Selain memperkuat fondasi domestik, Indonesia juga dinilai perlu meningkatkan peran dalam rantai pasok global teknologi digital, khususnya pada sektor kecerdasan artifisial atau AI yang saat ini berkembang sangat cepat.
Menurut Nezar, penguasaan teknologi strategis seperti AI menjadi syarat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi dan nilai tambah yang berdaya saing global.
"Setelah ekosistem digital nasional terbangun kuat, langkah berikutnya adalah bagaimana Indonesia bisa menembus rantai pasok global teknologi digital, khususnya pada teknologi-teknologi maju seperti artificial intelligence," tegasnya.
Ia mengakui bahwa Indonesia saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan AI dan belum menempati posisi strategis dalam rantai nilai global teknologi tersebut.
Baca Juga: Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
Karena itu, pembangunan ekosistem digital nasional harus memiliki arah yang jelas dan tujuan strategis yang sama agar seluruh pemangku kepentingan bergerak menuju visi yang seragam.
"Komitmen membangun ekosistem digital nasional harus memiliki tujuan strategis yang menjadi arah bersama atau north star bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Indonesia Punya Talenta, Tinggal Bergerak Bersama
Menutup paparannya, Nezar optimistis Indonesia memiliki seluruh modal dasar untuk menjadi kekuatan digital dunia, mulai dari jumlah pengguna internet yang besar, talenta muda yang melimpah, hingga pasar yang terus berkembang.
Namun menurutnya, faktor penentu keberhasilan adalah kemampuan seluruh pihak untuk bergerak secara kolektif dalam membangun masa depan digital Indonesia.
"Indonesia tidak kekurangan talenta. Indonesia tidak kekurangan ide. Indonesia tidak kekurangan semangat. Yang kita perlukan adalah keberanian untuk bergerak bersama," pungkas Nezar Patri
Berita Terkait
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik 2,4 Juta Perempuan Indonesia Melek Digital pada 2026
-
175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk
-
Uang Hasil Peras WNA Ditampung Silmy Karim di Rekening Cleaning Service dan Office Boy
-
Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya
-
4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin