Tekno / Tekno
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:55 WIB
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) dan CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Grab Indonesia meluncurkan gerakan Langkah Hijau untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060.
  • Perusahaan menargetkan perluasan armada kendaraan listrik hingga lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun 2026 mendatang.
  • Kampanye #KitaBijakBBM mengajak masyarakat menggunakan layanan aplikasi yang efisien energi guna menekan konsumsi bahan bakar minyak nasional.

Suara.com - Di tengah meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tekanan biaya transportasi, dan target pemerintah mencapai Net Zero Emissions (NZE) 2060, pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi salah satu solusi yang terus didorong.

Selain mengurangi emisi karbon, penggunaan EV juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi nasional sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, Grab Indonesia meluncurkan gerakan "Langkah Hijau Grab untuk Indonesia" melalui kampanye #KitaBijakBBM. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga mengumumkan komitmen untuk memperluas armada kendaraan listrik hingga lebih dari tiga kali lipat sepanjang 2026.

Peluncuran inisiatif tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyebut kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi nasional.

"Bagi kami, transisi energi yang merangkul masyarakat membutuhkan partisipasi seluruh pihak, termasuk sektor swasta dan para pelaku mobilitas di lapangan," ujar AHY.

Menurutnya, komitmen Grab untuk memperluas armada kendaraan listrik menunjukkan bagaimana inovasi dapat membantu masyarakat beralih ke pola konsumsi energi yang lebih efisien.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]

Dia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung pencapaian Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat.

"Selain berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, adopsi kendaraan listrik juga dapat mendukung perbaikan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Armada EV Grab Ditargetkan Naik Lebih dari Tiga Kali Lipat

Baca Juga: Pembiayaan Terjangkau Dinilai Jadi Kunci Percepatan Adopsi Kendaraan Listrik

Sebagai operator armada kendaraan listrik terbesar di Indonesia, Grab mengungkapkan jumlah armada EV yang beroperasi telah melampaui 28.000 unit hingga Mei 2026, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan perusahaan akan terus mempercepat investasi untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.

"Kami percaya teknologi dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih cerdas dan berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari. Per Mei 2026, armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hingga akhir 2026, kami berkomitmen meningkatkan jumlah armada EV lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya," beber Neneng.

Menurutnya, ekspansi tersebut akan didukung melalui investasi armada baru, kerja sama dengan produsen kendaraan listrik (OEM), pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta berbagai program percepatan adopsi EV bagi mitra pengemudi.

Hadirkan Layanan Hemat Energi Lewat #KitaBijakBBM

Selain memperluas armada kendaraan listrik, Grab juga memperkenalkan gerakan #KitaBijakBBM yang mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penghematan energi melalui layanan sehari-hari di dalam aplikasi.

Load More