- DANA Indonesia dan Ant International mendukung pemberdayaan UMKM perempuan serta penyandang disabilitas melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya.
- Alumni periode 2023–2025 mencatat kenaikan pendapatan sebesar 113 persen dan pertumbuhan produksi 126 persen berkat adopsi teknologi digital.
- Sebanyak 35 pemenang program tahun 2026 menerima bantuan dana serta pelatihan intensif penggunaan kecerdasan buatan untuk pengembangan bisnis.
Suara.com - Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) terbukti semakin berperan dalam mempercepat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di tengah upaya memperkuat ekonomi inklusif, program pemberdayaan UMKM perempuan dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi kelompok rentan.
Hal tersebut tercermin dari hasil program SisBerdaya dan DisBerdaya yang digagas DANA Indonesia bersama Ant International.
Berdasarkan evaluasi terhadap finalis periode 2023–2025, para alumni program mencatat rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 113 persen dan pertumbuhan produksi mencapai 126 persen dalam enam bulan setelah mengikuti program.
Melanjutkan keberhasilan tersebut, DANA Indonesia dan Ant International resmi mengumumkan 35 pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 yang terpilih dari lebih dari 6.800 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.
Para pemenang memperoleh bantuan dana tunai senilai ratusan juta rupiah untuk mendukung pengembangan usaha dan adopsi teknologi.
Program SisBerdaya dan DisBerdaya merupakan inisiatif pemberdayaan bagi pelaku UMKM perempuan, termasuk perempuan penyandang disabilitas, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat kapasitas bisnis sekaligus mendorong pemerataan kesempatan ekonomi.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, mengatakan pihaknya meyakini teknologi mampu membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang sebagai pelaku usaha.
"Kami percaya teknologi dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya secara ekonomi. Melalui SisBerdaya dan DisBerdaya, kami ingin memastikan para pelaku UMKM tidak hanya sekadar memiliki akses terhadap teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara cakap dan produktif untuk mengembangkan bisnis mereka," ujar Vince Iswara.
Baca Juga: Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun
Menurutnya, peningkatan literasi digital menjadi salah satu faktor penting agar UMKM mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar di era ekonomi digital.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar mengapresiasi konsistensi DANA Indonesia dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas melalui program tersebut.
"Kami mengapresiasi sekali DANA Indonesia yang telah menginisiasi dan konsisten dengan SisBerdaya & DisBerdaya. Semoga memberikan dampak, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas," kata Irene Umar dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).
Ia juga memberikan selamat kepada seluruh peserta dan pemenang program tahun ini.
"Pencapaian ibu-ibu hari ini adalah bukti bahwa semangat belajar, keberanian beradaptasi terhadap teknologi, kerja keras yang konsisten, usaha mikro bisa menjadi lebih besar, dan keterbatasan bisa jadi peluang," tambahnya.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, jangkauan program semakin luas dengan melibatkan peserta dari wilayah baru seperti Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Sulawesi Tengah.
Setelah melalui proses seleksi berlapis, sebanyak 35 finalis mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengembangan model bisnis, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM, hingga peningkatan literasi keuangan.
Melalui pembinaan tersebut, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat keberlanjutan usaha mereka di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship
-
Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun
-
5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik yang Cocok untuk Multitasking
-
7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
-
Bidik Tren Smart Home Indonesia, Buka Pintu Pakai Sidik Jari hingga Face Recognition
-
SSD PCIe 5.0 Baru Hadir, Kecepatan Tembus 11.000 MB/s untuk Gaming, AI, dan Editing
-
4 HP Kamera Telephoto Terbaik 2026, Bisa Memotret Bulan dengan Detail Jelas
-
Data Rahasia iPhone 18 Pro Bocor di Dark Web!
-
Perbedaan iPhone Bekas, Inter, dan Bypass, Jangan Salah Pilih Sebelum Membeli
-
10 HP Layar 7 Inci Terbaik 2026, dari Entry Level Rp2 Jutaan hingga Flagship