Tekno / Tekno
Kamis, 02 Juli 2026 | 08:04 WIB
SisBerdaya dan DisBerdaya. [DANA]
Baca 10 detik
  • DANA Indonesia dan Ant International mendukung pemberdayaan UMKM perempuan serta penyandang disabilitas melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya.
  • Alumni periode 2023–2025 mencatat kenaikan pendapatan sebesar 113 persen dan pertumbuhan produksi 126 persen berkat adopsi teknologi digital.
  • Sebanyak 35 pemenang program tahun 2026 menerima bantuan dana serta pelatihan intensif penggunaan kecerdasan buatan untuk pengembangan bisnis.

Suara.com - Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) terbukti semakin berperan dalam mempercepat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di tengah upaya memperkuat ekonomi inklusif, program pemberdayaan UMKM perempuan dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi kelompok rentan.

Hal tersebut tercermin dari hasil program SisBerdaya dan DisBerdaya yang digagas DANA Indonesia bersama Ant International.

Berdasarkan evaluasi terhadap finalis periode 2023–2025, para alumni program mencatat rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 113 persen dan pertumbuhan produksi mencapai 126 persen dalam enam bulan setelah mengikuti program.

Melanjutkan keberhasilan tersebut, DANA Indonesia dan Ant International resmi mengumumkan 35 pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 yang terpilih dari lebih dari 6.800 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

Para pemenang memperoleh bantuan dana tunai senilai ratusan juta rupiah untuk mendukung pengembangan usaha dan adopsi teknologi.

Program SisBerdaya dan DisBerdaya merupakan inisiatif pemberdayaan bagi pelaku UMKM perempuan, termasuk perempuan penyandang disabilitas, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat kapasitas bisnis sekaligus mendorong pemerataan kesempatan ekonomi.

CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, mengatakan pihaknya meyakini teknologi mampu membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang sebagai pelaku usaha.

"Kami percaya teknologi dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya secara ekonomi. Melalui SisBerdaya dan DisBerdaya, kami ingin memastikan para pelaku UMKM tidak hanya sekadar memiliki akses terhadap teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara cakap dan produktif untuk mengembangkan bisnis mereka," ujar Vince Iswara.

Baca Juga: Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Menurutnya, peningkatan literasi digital menjadi salah satu faktor penting agar UMKM mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar di era ekonomi digital.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar mengapresiasi konsistensi DANA Indonesia dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas melalui program tersebut.

"Kami mengapresiasi sekali DANA Indonesia yang telah menginisiasi dan konsisten dengan SisBerdaya & DisBerdaya. Semoga memberikan dampak, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas," kata Irene Umar dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Ia juga memberikan selamat kepada seluruh peserta dan pemenang program tahun ini.

"Pencapaian ibu-ibu hari ini adalah bukti bahwa semangat belajar, keberanian beradaptasi terhadap teknologi, kerja keras yang konsisten, usaha mikro bisa menjadi lebih besar, dan keterbatasan bisa jadi peluang," tambahnya.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, jangkauan program semakin luas dengan melibatkan peserta dari wilayah baru seperti Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Sulawesi Tengah.

Setelah melalui proses seleksi berlapis, sebanyak 35 finalis mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengembangan model bisnis, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM, hingga peningkatan literasi keuangan.

SisBerdaya dan DisBerdaya. [DANA]

Melalui pembinaan tersebut, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat keberlanjutan usaha mereka di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital Indonesia.

Load More