- Microsoft bersiap melakukan PHK karyawan Xbox dan menutup lima studio internal.
- Proyek game Blade garapan Arkane Studio terancam batal akibat efisiensi ini.
- PHK karyawan Xbox dimulai 6 Juli di bawah arahan Asha Sharma.
Suara.com - Microsoft dirumorkan tengah bersiap melakukan pemangkasan tenaga kerja atau PHK karyawan Xbox secara besar-besaran dalam waktu dekat.
Badai PHK ini kabarnya akan berdampak langsung pada penutupan sejumlah studio pengembang, termasuk pembatalan proyek game Marvel Blade garapan Arkane Studio.
Rumor mengenai PHK karyawan Xbox ini pertama kali mencuat melalui laporan dari The Verge.
Sumber internal yang mengetahui rencana Microsoft menyebutkan bahwa efisiensi ini akan berujung pada penutupan, potensi merger, hingga penjualan beberapa studio.
Saat ini, Microsoft disebut sedang menimbang keputusan untuk menutup setidaknya lima studio internal mereka.
Salah satu yang paling terancam adalah Arkane Studio, pengembang asal Prancis yang sebelumnya dikenal melalui seri game Dishonored.
Nasib Arkane Studio menjadi sorotan utama karena mereka sedang mengembangkan game adaptasi pahlawan super Marvel, yaitu Blade.
Sayangnya, proyek game Blade tersebut kini terancam dibatalkan secara permanen sebagai bagian dari langkah pemotongan biaya divisi gaming.
Pembatalan game Marvel Blade ini bukan tanpa alasan yang kuat dari pihak manajemen Microsoft.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Game Mirip TheoTown, Seru Dimainkan di Android Hingga PC
Menurut laporan dari sumber yang sama, proyek ini diperkirakan baru bisa rilis pada akhir tahun 2027 dan memakan anggaran melebihi batas.
Selain mempertimbangkan penutupan, Microsoft juga sedang menjajaki opsi untuk menjual Arkane Studio kepada pihak lain.
Jika pembeli potensial berhasil ditemukan, studio ini mungkin bisa terhindar dari penutupan total dan menyelamatkan nasib para pekerjanya.
Laporan dari Bloomberg pada awal bulan ini juga sejalan dengan rencana restrukturisasi besar Microsoft tersebut.
Perusahaan teknologi raksasa itu dikabarkan sedang berusaha melepas beberapa studio lain seperti Compulsion Games, Double Fine, dan Ninja Theory.
Tidak berhenti di situ, laporan tambahan dari GamesBeat minggu ini menyebutkan nasib serupa untuk Undead Labs.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi