- Microsoft bersiap melakukan PHK karyawan Xbox dan menutup lima studio internal.
- Proyek game Blade garapan Arkane Studio terancam batal akibat efisiensi ini.
- PHK karyawan Xbox dimulai 6 Juli di bawah arahan Asha Sharma.
Microsoft secara aktif mencari pembeli untuk studio yang dikenal luas sebagai pengembang waralaba game State of Decay tersebut.
Namun, proses negosiasi penjualan studio-studio ini diperkirakan bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai kesepakatan akhir.
Hal ini membuat nasib dan masa depan ribuan karyawan di berbagai studio tersebut menjadi sangat tidak pasti saat ini.
Situasi di dalam beberapa studio pengembang bahkan dikabarkan sudah sangat suram dan memprihatinkan.
Compulsion Games, pengembang di balik game South of Midnight, kabarnya sudah meyakini bahwa penutupan sudah di depan mata dan menyarankan karyawan mencari pekerjaan baru.
Kondisi serupa juga dialami oleh para pekerja di Ninja Theory yang saat ini berbasis di Inggris. Para karyawan dilaporkan telah diinformasikan sejak awal bulan bahwa Microsoft berniat menutup atau menjual studio tempat mereka bekerja.
Gelombang PHK karyawan Xbox ini diprediksi akan mengubah lanskap divisi gaming Microsoft secara drastis pada tahun ini.
Berdasarkan informasi dari sumber The Verge, eksekusi pemutusan hubungan kerja ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 6 Juli mendatang.
Rumor yang beredar luas menyebutkan bahwa setidaknya akan ada 1.000 karyawan yang kehilangan pekerjaan dalam efisiensi ini.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Game Mirip TheoTown, Seru Dimainkan di Android Hingga PC
Jika rencana penutupan lima studio benar-benar terjadi, setidaknya 500 karyawan dari studio tersebut akan langsung terdampak sebelum pemangkasan lainnya.
Gelombang efisiensi besar-besaran ini disebut sebagai bagian dari langkah pengaturan ulang divisi Xbox di bawah kepemimpinan baru.
CEO baru Xbox, Asha Sharma, sebelumnya telah mengisyaratkan secara terbuka bahwa perusahaan harus mulai membuat keputusan-keputusan yang sulit.
Asha Sharma berulang kali memperingatkan bahwa kondisi bisnis Xbox saat ini sedang tidak dalam keadaan sehat atau stabil.
Oleh karena itu, perombakan strategi melalui penutupan studio dan pembatalan proyek besar dianggap sebagai langkah krusial perusahaan.
Meski kondisinya sulit, ia menegaskan bahwa mandat utamanya bukanlah sekadar mencapai target margin akuntabilitas sebesar 30 persen.
Ambisi utamanya adalah menjadikan divisi ini sebagai perusahaan game dan hiburan nomor satu di dunia pada masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?
-
Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG
-
Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium
-
7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
-
Vivo X500 Pro Max Bocor! Kamera Sony LOFIC 50MP, Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar
-
Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut?
-
Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026
-
3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship