- Indosat Ooredoo Hutchison dan Arsari Group meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi untuk menyediakan infrastruktur jaringan fiber optik nasional.
- Platform tersebut mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik demi mempercepat pemerataan konektivitas digital di seluruh Indonesia.
- Indosat meraih dana Rp11,7 triliun dari transaksi strategis ini untuk mengembangkan teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan layanan digital.
"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," ujar Aryo.
Indosat Ingin AI dan Cloud Dinikmati Seluruh Indonesia
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan pembentukan IFT merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas manfaat teknologi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Tujuan utama kami untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi tidak pernah berubah. Kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen tersebut," ujarnya.
Ia melihat, dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, perusahaan ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat.
"Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," imbuh Vikram.
Fokus Perluas Jaringan Fiber di Luar Jawa
Salah satu keunggulan IFT terletak pada distribusi jaringannya yang lebih merata.
Sekitar 45 persen jaringan fiber berada di Pulau Jawa, sementara 55 persen lainnya tersebar di luar Jawa, sehingga perusahaan berada pada posisi strategis untuk memperluas konektivitas ke wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Baca Juga: Dari Konten Jadi Cuan, Kolaborasi Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Buka Jalan Baru
Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan hanya memperkuat wilayah yang sudah memiliki konektivitas tinggi.
"Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," jelas Hendry.
Siap Dukung AI, Cloud, dan Ekonomi Digital Indonesia
Ke depan, IFT akan memprioritaskan pembangunan jaringan di wilayah yang masih minim layanan telekomunikasi, memperluas kerja sama dengan operator telekomunikasi dan hyperscaler, serta membangun kapasitas jaringan berkecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan AI di Indonesia.
Melalui model bisnis open access, IFT juga menargetkan peningkatan efisiensi biaya pembangunan infrastruktur, memperkuat ketahanan jaringan nasional, serta mempercepat pemerataan layanan digital yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.
Berita Terkait
-
Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan #LebihBaikIndosat Jelang Ramadan 2026, Hadirkan AI Anti-Scam
-
Indosat Prediksi 14 Juta Pelanggan Mudik Lebaran 2026, Trafik Jaringan Diproyeksi Naik 18 Persen
-
Pertama Kali, WhatsApp Call Pelanggan IM3 Aman dari Spam dan Scam
-
Indosat Gelar Indonesia AI Day for Supply Chain, Bocorkan Jurus AI Pangkas Biaya
-
Tri Dorong Anak Muda Manfaatkan Teknologi dengan Cerdas di Era Digital
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan