Tekno / Tekno
Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:16 WIB
XLSmart luncurkan Future Ready, Jakarta, Jumat (3/7/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk meluncurkan program Future Ready bersama Kementerian Ketenagakerjaan pada 3 Juli 2026 di Indonesia.
  • Program ini menyediakan pembelajaran digital, sertifikasi, serta mentoring untuk menjembatani kesenjangan kompetensi talenta muda dengan kebutuhan dunia industri.
  • Future Ready menargetkan 1 juta peserta, 10.000 sertifikasi, dan 1.000 peluang kerja guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas.

Suara.com - Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), cloud computing, hingga keamanan siber, Indonesia justru masih menghadapi persoalan klasik yakni perusahaan kesulitan mencari talenta digital yang benar-benar siap kerja. 

Di sisi lain, jutaan anak muda telah mengikuti berbagai pelatihan, tetapi belum semuanya berhasil masuk ke dunia industri.

Kesenjangan inilah yang ingin dijawab PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui peluncuran Future Ready, sebuah program pengembangan talenta digital yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknologi, tetapi juga membuka jalan menuju kesempatan magang hingga pekerjaan nyata.

Program yang diluncurkan bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada Jumat (3/7/2026) ini dirancang sebagai ekosistem pengembangan talenta digital dari hulu hingga hilir. 

Peserta akan mendapatkan pembelajaran digital, sertifikasi, mentoring dari praktisi, pengalaman industri, hingga akses ke peluang rekrutmen.

Langkah tersebut dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah menikmati bonus demografi. 

XLSmart luncurkan Future Ready, Jakarta, Jumat (3/7/2026). [Suara.com/Dythia]

Sekitar 68 persen penduduk berada di usia produktif, namun banyak perusahaan masih kesulitan mendapatkan SDM dengan kemampuan digital yang sesuai kebutuhan industri.

Berbagai studi bahkan menunjukkan sekitar 90 persen pekerjaan masa depan akan membutuhkan keterampilan digital dasar, sementara permintaan terhadap keahlian di bidang Artificial Intelligence (AI), data analytics, cloud computing, cybersecurity, hingga teknologi jaringan terus meningkat.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, menilai pengembangan talenta digital tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha.

Baca Juga: ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

"Kami mengapresiasi komitmen XLSMART yang menghadirkan Future Ready sebagai program pengembangan talenta digital yang tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap dunia kerja melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri," ujar Yassierli.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan lebih banyak talenta digital Indonesia yang adaptif, kompetitif, dan siap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," bebernya.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan program pelatihan. Persoalan utamanya justru bagaimana menghubungkan proses belajar dengan kesempatan kerja.

"Itulah alasan kami menghadirkan Future Ready sebagai program CSR flagship terbaru XLSMART yang menjembatani perjalanan peserta dari learning to earning," katanya.

Rajeev menjelaskan, Future Ready tidak berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi dirancang sebagai jalur pengembangan karier yang berkelanjutan.

Load More