Tekno / Sains
Senin, 20 Juli 2026 | 11:26 WIB
Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Baca 10 detik
  • FIFA investasi jutaan dolar untuk rumput Piala Dunia 2026.
  • Rumput alami direkayasa khusus demi keselamatan fisik para pemain.
  • Potongan rumput asli dijual sebagai suvenir eksklusif bagi kolektor.

Pendekatan rekayasa lapangan ini memastikan performa atlet tidak terganggu oleh struktur dasar stadion.

Sementara itu, proses pemasangan rumput di BC Place Vancouver melibatkan logistik sangat rumit yang didukung truk berpendingin khusus.

Peralatan canggih digunakan untuk memanen rumput menjadi gulungan raksasa demi menjaga kesegarannya sebelum dipasang ke lapangan pertandingan.

Aspek keselamatan fisik pemain juga menjadi alasan mendasar di balik keteguhan FIFA memilih rumput alami alih-alih sintetis.

Sejumlah riset medis menunjukkan bahwa risiko cedera ligamen lutut yang parah jauh lebih rendah pada permukaan rumput alami.

Analisis dari lembaga riset kesehatan olahraga terkemuka mendapati hampir semua jenis cedera umum terjadi lebih sering pada rumput sintetis.

Data empiris tersebut memperkuat keputusan penyelenggara untuk mempertahankan standar lapangan alami di seluruh arena pertandingan.

Suvenir Eksklusif Piece of the Pitch

Sebagai kenang-kenangan dari turnamen akbar ini, FIFA menjual rumput Piala Dunia sebagai suvenir eksklusif bagi para kolektor.

Baca Juga: Apa Saja Jadi Duit, FIFA Bakal Jual Potongan Rumput Stadion Final Piala Dunia 2026

Produk unik bertajuk Piece of the Pitch tersebut diluncurkan tepat sebelum partai puncak turnamen dimulai.

Koleksi spesial ini ditawarkan dalam empat varian paket dengan kisaran harga yang bervariasi sesuai tingkat kelangkaannya.

Edisi Foundation dibanderol mulai dari 450 dolar AS atau setara dengan Rp 8,1 juta untuk para penggemar setia.

Sementara itu, edisi paling eksklusif yakni edisi Hero dijual seharga 3.000 dolar AS atau sekitar Rp 54 juta.

Paket tertinggi tersebut sudah dilengkapi dengan replika trofi kristal serta bola resmi pertandingan final Adidas Trionda.

Load More