- FIFA investasi jutaan dolar untuk rumput Piala Dunia 2026.
- Rumput alami direkayasa khusus demi keselamatan fisik para pemain.
- Potongan rumput asli dijual sebagai suvenir eksklusif bagi kolektor.
Suara.com - Menjelang laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium, FIFA meluncurkan suvenir eksklusif berupa potongan rumput asli.
Suvenir ini memperlihatkan betapa pentingnya kualitas rumput Piala Dunia 2026 bagi para pemain dan penggemar sepak bola global.
Sebelumnya, permukaan lapangan sempat dikeluhkan oleh sejumlah pemain bintang dari tim nasional Brasil dan Perancis.
Mereka menyebut rumput tersebut terasa kering serta cukup sulit dimainkan pada awal pertandingan turnamen bergengsi ini.
Inovasi dan Investasi Besar FIFA
Di balik kendala teknis tersebut, otoritas tertinggi sepak bola dunia ternyata menggelontorkan dana fantastis untuk menghadirkan lapangan berkualitas tinggi.
FIFA menginvestasikan jutaan dolar AS untuk pengembangan rumput asli di Piala Dunia agar standar kompetisi tetap terjaga di seluruh stadion utama.
Lembaga sepak bola dunia ini dilaporkan menggelontorkan dana lebih dari 5 juta dolar AS untuk merekayasa rumput yang konsisten di berbagai zona iklim.
Proyek ambisius ini mencakup campuran khusus Kentucky bluegrass dan ryegrass abadi, sistem pengangkutan sod di atas lembaran plastik, serta rumput hybrid penguat akar.
Baca Juga: Apa Saja Jadi Duit, FIFA Bakal Jual Potongan Rumput Stadion Final Piala Dunia 2026
Berbagai material modern tersebut didatangkan langsung dari peternakan rumput khusus di North Carolina sejak awal bulan Mei 2026.
Seluruh proses penyiapan ini dirancang secara cermat agar rumput dapat beradaptasi dengan cepat di stadion-stadion penyelenggara turnamen.
Standar Rekayasa Lapangan dan Keselamatan
Rumput yang digunakan FIFA di Piala Dunia menggunakan teknik penanaman rumput alami di atas lapisan pasir khusus.
Di stadion Lumen Field Seattle, tim teknis menanam rumput alami di atas enam inci pasir yang ditumpuk di atas rumput sintetis lama.
Pakar rumput FIFA, Trey Rogers, menjelaskan kepada Seattle Times bahwa selama ada lapisan pasir setebal itu, pemain tidak akan merasakan apa pun selain reaksi rumput alami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Proyek Hidrogen Dimulai Meski Harga Masih Mahal
-
Perbedaan Facial Wash dengan Facial Foam, Mana yang Paling Cocok untuk Tipe Kulitmu?
-
Terungkap! Ini Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip
-
Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
Apakah Face Mist Viva Bisa Jadi Setting Spray? Kenali Kandungan dan Fungsinya
-
Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses
-
Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas