Tekno / Sains
Rabu, 02 September 2026 | 15:01 WIB
Ilustrasi pecahan biasa dan pecahan campuran. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Pecahan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari untuk menyatakan bagian dari suatu benda utuh, seperti setengah kue atau tiga perempat pizza.
  • Pecahan biasa terdiri dari pembilang dan penyebut, sedangkan pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.
  • Memahami cara mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dan sebaliknya dapat membantu mengerjakan soal Matematika dengan lebih mudah.

Suara.com - Dari semua materi pelajaran Matematika, pecahan merupakan salah yang cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, pecahan dapat digunakan untuk menyatakan bagian dari sebuah benda utuh, seperti setengah kue atau tiga perempat bagian pizza.

Dalam Matematika, pecahan memiliki beberapa bentuk, di antaranya ada pecahan biasa dan pecahan campuran.

Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk menyatakan suatu nilai, tapi cara penulisannya berbeda.

Pecahan biasa ditulis dalam bentuk pembilang dan penyebut, sedangkan pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.

Memahami cara mengubah kedua bentuk pecahan ini penting agar lebih mudah mengerjakan berbagai soal matematika.

Lalu, bagaimana cara mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dan sebaliknya? Simak langkah-langkah berikut agar lebih mudah memahami cara menghitungnya.

Ilustrasi pecahan biasa dan pecahan campuran. (Gemini AI)

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran

Pecahan biasa yang memiliki pembilang lebih besar daripada penyebut disebut pecahan tidak wajar atau pecahan biasa tak murni.

Pecahan seperti ini dapat diubah menjadi pecahan campuran dengan cara membagi pembilang dengan penyebut.

Baca Juga: Rumus Pythagoras Segitiga Siku-Siku: Penjelasan Lengkap, Sejarah, dan Contoh Soalnya

Langkah-Langkahnya

  1. Bagilah pembilang dengan penyebut.
  2. Tulis hasil bagi sebagai bilangan bulat.
  3. Jika ada sisa, jadikan sisa tersebut sebagai pembilang pecahan.
  4. Gunakan penyebut yang sama seperti pecahan awal.

Dengan kata lain, hasil pembagian menjadi bilangan bulat, sisa pembagian menjadi pembilang, sedangkan penyebut tetap sama.

Contoh 1

Ubahlah 7/3 menjadi pecahan campuran.

7 ÷ 3 = 2 sisa 1

Angka 2 menjadi bilangan bulat.

Load More