- Dua segitiga disebut kongruen jika sudut-sudut bersesuaian sama besar dan sisi-sisi bersesuaian sama panjang.
- Dua segitiga disebut sebangun jika sudut-sudut bersesuaian sama besar dan sisi-sisi bersesuaian memiliki perbandingan konsisten.
- Semua bangun datar yang kongruen pasti sebangun, tetapi bangun datar sebangun belum tentu kongruen.
Suara.com - Di dalam ilmu matematika, khususnya pada materi geometri bangun datar, fenomena kemiripan bentuk dan kesamaan ukuran ini dikenal dengan istilah sebangun dan kongruen.
Pemahaman mengenai kedua konsep ini sangat penting karena sering diuji dalam pelajaran matematika sekolah.
Selain itu, prinsip kesebangunan juga melandasi pembuatan peta, maket arsitektur, hingga skala rancangan bangunan.
Lantas, apa saja syarat utama agar dua buah bangun datar, khususnya segitiga, dapat dikatakan sebangun atau kongruen?
Mengenal Konsep dan Syarat Dua Segitiga Dikatakan Kongruen
Istilah kongruen digunakan untuk menyatakan dua bangun datar yang sama persis. Sama persis di sini mencakup seluruh aspek fisik, mulai dari ukuran panjang sisinya, bentuk sifatnya, hingga besar sudut yang dimilikinya.
Di dalam penulisan matematika, kekongruenan dilambangkan dengan simbol ≡ atau ≅. Contoh nyata kekongruenan di dunia nyata dapat dilihat pada dua daun jendela rumah yang dibuat berdampingan atau dua ponsel dengan merek dan tipe yang sama persis.
Secara formal di dalam geometri, dua buah segitiga baru bisa dinyatakan memenuhi syarat kekongruenan apabila memenuhi dua ketentuan utama:
1. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Artinya, setiap sudut pada segitiga pertama memiliki ukuran derajat yang sama persis dengan sudut yang seletak pada segitiga kedua.
2. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Istilah sisi bersesuaian merujuk pada pasangan sisi yang posisinya seletak pada kedua bangun datar tersebut. Pada dua segitiga yang kongruen, panjang sisi-sisi seletak ini nilainya harus identik.
Jika kedua syarat tersebut terpenuhi, maka kedua segitiga tersebut dinyatakan identik atau kongruen satu sama lain.
Mengenal Konsep dan Syarat Dua Segitiga Dikatakan Sebangun
Berbeda dengan kongruen yang menuntut kesamaan bentuk dan ukuran secara mutlak, kesebangunan adalah istilah untuk menyatakan dua bangun datar yang memiliki proporsi atau kemiripan bentuk.
Sederhananya, jika dua buah segitiga memiliki bentuk yang persis sama tetapi ukurannya berbeda—satu lebih besar dan satu lebih kecil—maka kedua segitiga tersebut dikategorikan sebangun. Hubungan kesebangunan ini disimbolkan dengan tanda gelombang ≈.
Prinsip kesebangunan ini sangat mudah kita jumpai pada gambar peta. Gambar peta Indonesia tidak mungkin dibuat sebesar wilayah aslinya, sehingga digunakanlah skala—yaitu perbandingan ukuran pada gambar dengan ukuran sebenarnya di lapangan.
Agar dua buah segitiga dapat dikatakan sebangun, ada dua syarat formal yang wajib dipenuhi:
1. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Seluruh sudut interior yang seletak pada kedua segitiga harus memiliki ukuran derajat yang sama.
2. Sisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan yang sama. Artinya, jika panjang sisi pada segitiga pertama dibandingkan dengan panjang sisi seletak pada segitiga kedua, nilai perbandingannya akan selalu konsisten atau sebanding.
Sebagai gambaran nyata, bayangkan segitiga ABC yang memiliki sudut 90 derajat, 55 derajat, dan 35 derajat. Jika ada segitiga DEF lain yang memiliki besar sudut persis sama, serta memiliki perbandingan panjang sisi seletak sebesar satu banding dua (1:2), maka segitiga ABC terbukti sebangun dengan segitiga DEF.
Perbedaan Mendasar Antara Kesebangunan dan Kekongruenan
Setelah memahami masing-masing syaratnya, garis pembeda utama antara kedua konsep geometri ini terletak pada ukuran sisinya.
Pada kekongruenan, sisi-sisi yang bersesuaian wajib memiliki ukuran panjang yang sama persis.
Sementara pada kesebangunan, ukuran panjang sisinya tidak harus sama, melainkan nilai perbandingan atau skala sisinya yang wajib sama besar.
Aturan penting yang perlu diingat adalah bahwa semua bangun datar yang kongruen sudah pasti sebangun.
Namun sebaliknya, bangun datar yang sebangun belum tentu kongruen karena ukurannya bisa saja berbeda.