Suara.com - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu membantah terjadinya keributan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat saat penyidik KPK hendak melakukan penggeledahan. Adian pun meminta KPK untuk mengklarifikasi isu terjadinya keributan di Kantor DPP PDIP.
Mulanya, Adian menayangkan video saat tim penyidik KPK hendak menggeledah Kantor DPP PDIP pada 9 Januari 2020 lalu. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat beberapa penyidik KPK di Basement Kantor DPP PDIP.
Menurut, Adian dari tayangan CCTV tersebut Satgas DPP PDIP menanyakan kepada identitas hingga surat surat-surat izim kepada penyidik KPK. Pertanyaan itu dikatakan Adian merupakan hal yang wajar ditanyakan kepada pihak manapun yang datang ke Kantor DPP PDIP.
Hanya, Adian menegaskan berdasar video dalam CCTV itu dapat dipastikan tidak ada keributan antar Satgas DPP PDIP dengan penyidik KPK sebgaimana yang dikabarkan belakang ini.
"Dari video ini, dia (penyidik KPK) pergi ketawa-ketawa aja. Pertanyaan saya pemberitaan tentang kehebohan keributan ada nggak dalam peristiwa ini? Nggak ada, lalu siapa yang memframing seolah-olah ada perdebatan panjang, ada perselisihan, dalam faktanya menurut CCTV tidak ada," kata Adian dalam diskusi bertajuk 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu' di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).
Berkenaan dengan itu, Adian pun meminta KPK untuk mengklarifikasi isu terjadinya keributan saat hendak melakukan penggeledahan di Kantor DPP PDIP. Bahkan, eksponen aktivis 98 itu pun menantang KPK untuk menunjukkan bukti video jika memang terjadi keributan.
Video Editor: Dewi Yuliantini
Berita Terkait
-
Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya
-
KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat
-
Bukan Cuma Biaya Politik, Saan Mustopa Sebut 17 OTT Kepala Daerah Akibat Haus Harta
-
Abaikan Peringatan Keras Zulhas, PAN Pecat Bupati Lombok Barat Usai Terjaring OTT KPK
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?
-
Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral
-
Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway
-
Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China
-
3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan
-
BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?
-
Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
-
Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby
-
11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket
-
Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi