Pengungsi Rohingya 50 Hari Terdampar di Lautan: Banyak yang Mati Kelaparan

Senin, 04 Januari 2021 | 07:05 WIB

Suara.com - Lebih dari 200 pengungsi Rohingya di Bangladesh diyakini tewas atau menghilang di lautan pada 2020. Banyak yang mati kelaparan setelah terombang-ambing di lautan setelah ditolak di negara tujuan.

Menurut UNHCR, lebih dari sepertiga pengungsi yang kini berhasil sampai ke Malaysia dan Indonesia adalah anak-anak.

“Saya kelaparan selama sembilan hari,” kata Tosmin, seorang pengungsi Rohingya yang berhasil selamat dari ganasnya lautan.

Banyak yang tak bertahan hidup ketika para pengungsi menaiki kapal-kapal yang dioperasikan oleh penyelundup, dengan harapan mencari kehidupan lebih baik. “Orang-orang tidak diberi makan dan minum,” kisah penyintas lain.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com