- PNM memperluas akses layanan keuangan formal ke wilayah 3T untuk membantu perempuan pelaku usaha ultra mikro.
- Lembaga ini menyediakan pembiayaan dan pendampingan intensif guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di pelosok Indonesia.
- Sinergi melalui Danantara Indonesia memperkuat kapasitas operasional agar distribusi layanan keuangan berdampak nyata bagi pembangunan nasional.
Suara.com - Akses terhadap layanan keuangan formal di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Di wilayah-wilayah ini, mendapatkan layanan perbankan atau pembiayaan sering kali berarti harus menempuh perjalanan berjam-jam melintasi lautan, menyusuri pegunungan yang terjal, hingga menembus hutan belantara.
Kondisi geografis yang ekstrem dan ketergantungan pada cuaca yang bersahabat membuat pemerataan ekonomi menjadi agenda yang sangat menantang bagi pemerintah.
Namun, di tengah ruang-ruang yang sulit dijangkau tersebut, semangat pembangunan terus diuji.
Wilayah seperti pulau-pulau kecil di Natuna, Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara, pelosok Maluku, dataran tinggi Papua, pedalaman Kalimantan, hingga desa-desa di perbatasan Nusa Tenggara kini mulai merasakan kehadiran negara melalui perluasan akses keuangan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa tantangan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan ekonomi yang sama.
“PNM hadir melalui 4.035 unit dimana 516 di antaranya berada di wilayah 3T. Artinya lebih dari 10% jaringan pelayanan PNM menjangkau wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan,” ungkap Direktur Utama Kindaris dalam keterangannya.
Melalui jaringan yang luas ini, lembaga pemberdayaan tersebut berkomitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang selama ini belum terjamah oleh layanan keuangan konvensional.
Kehadiran layanan ini di wilayah 3T bukan sekadar ekspansi bisnis semata, melainkan sebuah misi untuk menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga: Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun
Fokus utamanya adalah menyasar masyarakat prasejahtera, khususnya kaum perempuan yang bergerak di sektor usaha ultra mikro.
Dengan memberikan akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat, diharapkan akan muncul kemandirian ekonomi yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Menurut Kindaris, ketika masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan, yang tumbuh bukan hanya usaha, tetapi juga rasa percaya diri, kemandirian keluarga, hingga perputaran ekonomi desa.
Langkah strategis ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi nasional dari pinggiran.
Saat ini, di bawah naungan Danantara Indonesia, transformasi besar sedang dilakukan untuk memperkuat peran lembaga sebagai agen pembangunan.
Dukungan ekosistem Danantara membuka ruang kolaborasi yang jauh lebih luas, mempercepat inovasi layanan, serta memperkuat kapasitas operasional di lapangan.
Berita Terkait
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun
-
BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes