News / Metropolitan
Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB
Ilustrasi daerah kepulauan atau perbatasan Indonesia. (pixabay)
Baca 10 detik
  • PNM memperluas akses layanan keuangan formal ke wilayah 3T untuk membantu perempuan pelaku usaha ultra mikro.
  • Lembaga ini menyediakan pembiayaan dan pendampingan intensif guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di pelosok Indonesia.
  • Sinergi melalui Danantara Indonesia memperkuat kapasitas operasional agar distribusi layanan keuangan berdampak nyata bagi pembangunan nasional.

Suara.com - Akses terhadap layanan keuangan formal di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Di wilayah-wilayah ini, mendapatkan layanan perbankan atau pembiayaan sering kali berarti harus menempuh perjalanan berjam-jam melintasi lautan, menyusuri pegunungan yang terjal, hingga menembus hutan belantara.

Kondisi geografis yang ekstrem dan ketergantungan pada cuaca yang bersahabat membuat pemerataan ekonomi menjadi agenda yang sangat menantang bagi pemerintah.

Namun, di tengah ruang-ruang yang sulit dijangkau tersebut, semangat pembangunan terus diuji.

Wilayah seperti pulau-pulau kecil di Natuna, Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara, pelosok Maluku, dataran tinggi Papua, pedalaman Kalimantan, hingga desa-desa di perbatasan Nusa Tenggara kini mulai merasakan kehadiran negara melalui perluasan akses keuangan.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa tantangan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan ekonomi yang sama.

“PNM hadir melalui 4.035 unit dimana 516 di antaranya berada di wilayah 3T. Artinya lebih dari 10% jaringan pelayanan PNM menjangkau wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan,” ungkap Direktur Utama Kindaris dalam keterangannya.

Melalui jaringan yang luas ini, lembaga pemberdayaan tersebut berkomitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang selama ini belum terjamah oleh layanan keuangan konvensional.

Kehadiran layanan ini di wilayah 3T bukan sekadar ekspansi bisnis semata, melainkan sebuah misi untuk menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Fokus utamanya adalah menyasar masyarakat prasejahtera, khususnya kaum perempuan yang bergerak di sektor usaha ultra mikro.

Dengan memberikan akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat, diharapkan akan muncul kemandirian ekonomi yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.

Menurut Kindaris, ketika masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan, yang tumbuh bukan hanya usaha, tetapi juga rasa percaya diri, kemandirian keluarga, hingga perputaran ekonomi desa.

Langkah strategis ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi nasional dari pinggiran.

Saat ini, di bawah naungan Danantara Indonesia, transformasi besar sedang dilakukan untuk memperkuat peran lembaga sebagai agen pembangunan.

Dukungan ekosistem Danantara membuka ruang kolaborasi yang jauh lebih luas, mempercepat inovasi layanan, serta memperkuat kapasitas operasional di lapangan.

Load More