Suara.com - Peringatan: Video ini memuat konten tentang bunuh diri dan kekerasan yang mungkin dapat membuat Anda merasa tidak nyaman.
Banyak pekerja migran, terutama perempuan, membawa pulang "anak oleh-oleh" hasil hubungan mereka saat bekerja di mancanegara. Di Nusa Tenggara Barat, diperkirakan ribuan "anak oleh-oleh" itu hidup dalam stigma.
Istilah "anak oleh-oleh" merujuk pada mereka yang lahir dari hubungan para pekerja migran Indonesia dengan warga asing ketika bekerja di luar negeri.
Seperti oleh-oleh, anak-anak itu dibawa pulang ke kampung halaman karena berbagai alasan. Sekembalinya ke Indonesia, banyak "anak oleh-oleh" tak punya status kewarganegaraan dan kesulitan mendapatkan hak-hak dasar, seperti pendidikan dan layanan kesehatan.
Dengan paras berbeda dan status orang tua yang tak jelas, nyaris semua "anak oleh-oleh" juga menanggung stigma sosial. Kehidupan mereka pun kian sengsara di tengah jeratan kemiskinan struktural. Segala permasalahan ini disebut membuat banyak "anak oleh-oleh" terjerumus berbagai masalah, mulai dari pernikahan anak hingga pelecehan seksual.
Berita Terkait
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Indonesia-Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Siapkan Penempatan Pekerja Migran Berkualitas
-
57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko
-
Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol
-
Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?