Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menaruh kecurigaan terhadap alokasi ekspor gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Indonesia yang dikirim ke Singapura.
Bahlil menduga pasokan energi tersebut tidak seluruhnya dipakai untuk kebutuhan domestik Singapura, melainkan dijual kembali (re-export) ke negara ketiga dengan harga lebih tinggi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Kementerian ESDM dalam melakukan evaluasi tata kelola dan kontrak ekspor gas nasional.
Bahlil menegaskan bahwa prioritas utama pemanfaatan sumber daya energi harus difokuskan untuk mengamankan pasokan dan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu demi ketahanan energi nasional.