Suara.com - Taufiq LIDA berhasil mencuri perhatian warganet, bukan hanya di Indonesia tapi juga sampai ke India. Hal ini berkat kepiawaiannya menyanyikan lagu Bollywood.
Taufiq LIDA tak cuma memiliki kemampuan bernyanyi lagu India. Lebih dari itu, penyanyi asal Pidie Jaya, Aceh tersebut juga mampu bernyanyi dengan dua suara yakni perempuan dan laki-laki.
Dalam video yang hadir di Instagram, Taufiq LIDA menyanyikan lagu Humko Humise Chura Lo yang menjadi soundtrack film Mohabbatein. Dari situ, banyak warganet India yang memberikan pujian.
Ada yang mengatakan, "love from India." Lainnya bilang, "Great singer, love from India."
Suara.com mewawancarai penyanyi bernama asli Taufiqur Rahman ini. Lelaki tahun itu bercerita awal mula perjalanan karier.
"Dari SMP aku sudah terbiasa nyanyi India. Karena dari kecil, coba menirukan suara perempuan India pas nyanyi," kata Taufik LIDA saat dihubungi Suara.com, Senin (29/7/2024).
Lalu, seperti cerita selengkapnya? Berikut wawancara bersama penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indosiar 2018 tersebut.
Seperti apa awal mula karier Taufiq?
Aku tuh awalnya memang suka lagu India. Karena dulu di rumah, banyak koleksi film India, ada juga lagu-lagu Aceh.
Baca Juga: Bukan Hanya Dipuji Warga India, Taufiq LIDA Nyaris Diwawancarai Media Asing Gara-Gara Lagu Bollywood
Jadi, seiring berjalannya waktu, aku siaran di radio pas 1 SMA. Pada saat siaran, programnya putar lagu-lagu India.
Setelah itu, nyanyi dari satu panggung ke panggung lain.
Kok bisa bernyanyi seperti suara perempuan?
Dari SMP aku sudah terbiasa nyanyi India. Karena dari kecil, coba menirukan suara perempuan India pas nyanyi.
Penyanyi cewek India itu, suaranya khas ya, melengking dan agak sengau. Aku pakai teknik falseto. Sebenarnya orang-orang bisa, tapi ini aku lebih halusin lagi.
Tapi aku kalau nyanyi suara perempuan Indonesia, nggak bisa. Soalnya halus gitu kan.
Setelah dari SMP terbiasa, masuk kuliah kan. Disitu ada poster audisi LIDA (Indosiar) 2018. Pada saat itu masih per-provinsi dan aku masuk (jadi) finalis.
Tesnya banyak, ada lagu India juga. Aku sudah beberapa kali di televisi, tapi mungkin karena rezekinya belum, nggak masuk ke babak selanjutnya.
Setelah dari LIDA ke mana?
Aku pulang kampung. Alhamdulillah, walaupun dua kali tampil, banyak berita kan tuh. Dimuat juga di koran, Taufiq asal Pidie Jaya di LIDA.
Karena dari dulu sudah siaran, diajak MC untuk pernikahan. Karena mereka juga tau aku nyanyi dangdut.
Di daerah aku kan, dulu kalau ada pernikahan nggak ada nyanyi-nyanyian. Jadi di Aceh itu, adanya grup dzikir. Tapi kalau nyanyi dangdut, India, nggak ada. Soalnya itu dianggap melanggar syariat, joget-joget.
Mungkin kalau di Bandar Aceh dan kota-kota besar ada, tapi kami di Pidie Jaya, nggak ada. Tapi sekarang, makin kesini, ada.
Kenapa banyak yang suka India, karena masyarakatnya keturunan India juga.
Memulai karier sejak 2018, kalau boleh tahu, honornya berapa sih?
Alhamdulillah, di Rp4 juta udah sama sound system gitu, karena kita sepaket.
Di atas itu juga sebenarnya ada. Sebulan, itu bisa full Jumat-Minggu.
Kemarin sempat tampil di Lapor Pak!, katanya satu Festival bareng Ayu Ting Ting?
Nggak, nggak itu bercanda aja, gimmick.
Tapi aku senang banget, nggak nyangka. Karena awalnya video aku nyanyi India, viral.
Tapi viral di India juga ya?
Iya, banyak juga wartawan India yang hubungin, minta video call, abis itu langsung tayang ke TV-nya. Tapi berhubung aku belum siap, jadinya belum.
Kenapa akhirnya nggak jadi wawancara?
Karena baru selesai kerja, dan terbentur dengan bahasa Inggris. Jadi, daripada gimana-gimana, aku bilang, i'm not ready now.
Jadi, viralnya dari lagu India ya?
Dulu pernah pakai baju Pramuka, nyanyi India, dua suara dan sempat viral. Tapi nggak se-viral sekarang.
Kalau yang kemarin, aku lagi nyanyi di wedding, dan direkam sama tim aku. Pas di posting di akun aku, diunggah ulang sama akun-akun besar India, tapi akun hiburan gitu.
Dari situ, banyak follow orang India. Aku pun heran, kok meledak gini di India? Aku sempat baca, 'ini bertalenta'.
Boleh tau nggak sih rasanya gimana viral di negara orang?
Aku tuh sekarang lumayan diledek juga sama orang-orang sini. Ya, viralnya di India gitu. Kenapa nggak di Indonesia? Tapi aku paham itu hanya candaan.
Alhamdulillah, kemarin habis dari Lapor Pak!, jadi lumayan bikin orang 'oh iya, ya'. Tapi aku nggak ambil hati juga, dibawa bersyukur aja.
Ada harapan ke depannya?
Semoga bisa diundang ke India, sekali aja. Jadi nggak cuma viral, tapi juga bisa pergi ke sana. Amiin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia
-
Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!
-
Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia
-
Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z
-
Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban
-
Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital
-
Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down
-
Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam
-
Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan
-
Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi