- Mondelez Indonesia memperluas cakupan program edukasi interaktif Playful Learning Tools ke berbagai sekolah pada tahun 2026.
- Menyambut Ramadan, Mondelez meluncurkan parsel berteknologi AR dan menggandeng Grab untuk memfasilitasi donasi panti asuhan.
- Sebagai bukti kepercayaan konsumen Indonesia, Mondelez meraih beragam penghargaan penting seperti Halal Award dan Top Brand.
Suara.com - Mondelez Indonesia tak lagi sekadar berbicara soal biskuit favorit keluarga. Lewat refleksi bertajuk “From Playful Moments to Meaningful Impact”, perusahaan ini menegaskan komitmennya membangun purpose-led brand—merek yang tak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan dampak nyata.
Melalui Oreo, Ritz, dan lini produknya, Mondelez ingin menjadi bagian dari momen berharga keluarga Indonesia. Marketing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala, berbagi cerita tentang inisiatif edukasi hingga program Ramadan yang dirancang lebih interaktif dan bermakna. Berikut petikan wawancaranya dengan Suara.com di kantor Mondelez Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Bisa diceritakan soal Playful Learning Tools?
Playful Learning Tools ini didesain khusus. Saat boks dibuka, isinya permainan seperti Lucky Number, segitiga sains, dan lainnya. Rasanya seperti bermain, padahal sebenarnya belajar.
Pengalaman kami saat bermain bersama anak-anak panti asuhan sangat seru, karena setiap permainan punya instruksi dan moral of the story. Tahun ini, programnya akan kami lanjutkan dengan cakupan yang lebih luas.
Tahun lalu menjangkau daerah mana saja?
Kami bekerja sama dengan SOS Children’s Villages di Pulau Jawa dan Sumatera, total 8 kota di Indonesia.
Kenapa memilih panti asuhan?
Tahun lalu adalah tahun pertama kami memulai program ini. Kami mencari mitra yang tidak hanya bisa mendistribusikan, tapi benar-benar mempraktikkan cara belajarnya.
Baca Juga: Cerita Dirut Antam yang Cetak Rekor Laba dari Lonjakan Harga Emas
Tahun ini akan lebih komprehensif karena kami menggaet mitra lain yang berpengalaman mengajar langsung agar jangkauannya lebih luas lagi.
Awalnya kami berpikir, anak-anak di rumah punya orang tua yang mendampingi belajar. Lalu bagaimana dengan anak panti? Di situ kami ingin menjadi perpanjangan tangan.
Tahun ini cakupannya diperluas ke sekolah-sekolah, sejalan dengan ambisi pemerintah menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan. Kami ingin dampaknya dirasakan lebih banyak anak Indonesia.
Ada program spesial Ramadan?
Ramadan selalu terasa lebih khusyuk dan istimewa. Ini juga momen gifting utama untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang.
Tahun ini kami membuat hampers Oreo lebih interaktif dengan teknologi AR (Augmented Reality). Pembeli bisa mengustomisasi pesan dan visual greeting. Penerima cukup scan QR code, lalu muncul animasi sesuai tema dan pesan yang dipilih. Kami ingin menciptakan playful connection yang benar-benar personal.
Selain itu, kami bekerja sama dengan Grab untuk memudahkan konsumen berdonasi ke panti asuhan atau mitra driver Grab. Banyak orang ingin berbagi, tapi bingung harus ke mana. Kami ingin mempermudah proses itu.
Kami juga berbagi takjil di stasiun kereta, mengingat banyak orang masih di perjalanan saat waktu berbuka. Di ranah digital, kami menghadirkan inspirasi resep takjil Oreo.
Buka puasa di rumah itu momen syukur. Apalagi untuk anak yang baru belajar puasa, ketika berhasil menuntaskan satu hari penuh, itu menjadi achievement yang membahagiakan orang tua.
Sebagai ibu, apakah itu memengaruhi cara memandang program?
Dalam marketing, kami harus selalu consumer first. Ada kalanya pandangan pribadi relevan karena kita bagian dari target audience, tapi ada juga momen di mana kita bukan konsumennya.
Sebagai ibu, pengalaman saya cukup relevan. Tapi saya juga sadar, ada perbedaan gaya parenting antara milenial dan Gen Z. Jadi keputusan tetap berlandaskan kebutuhan konsumen, bukan semata pengalaman pribadi.
Bagi Mondelez, berbagai penghargaan yang diterima menjadi bukti kepercayaan konsumen. Apa saja yang sudah diraih?
Kami merasa humbled. Setelah 30 tahun di Indonesia, kepercayaan konsumen itu tidak datang begitu saja.
Kami menerima Halal Award, Brand Choice Platinum Award, Top Brand Award, hingga Smarties Award dan Marketing Excellence. Ada yang berbasis pilihan konsumen, ada pula yang dinilai panel profesional marketing.
Semua ini menjadi motivasi bagi tim kami untuk terus menghadirkan program yang lebih bermakna bagi keluarga Indonesia.
Bagi Mondelez Indonesia, camilan bukan sekadar soal rasa. Di balik setiap gigitan, ada misi membangun momen kebersamaan, pembelajaran, hingga berbagi—dengan cara yang menyenangkan, khas Oreo, yaitu diputer, dijilat, dicelupin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!
-
Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia
-
Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z
-
Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban
-
Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital
-
Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down
-
Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam
-
Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan
-
Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi
-
Wawancara Khusus Jenderal Dudung: Buka-Bukaan Kontroversi KPR Prajurit TNI AD Rp586,5 Miliar