/
Selasa, 02 Agustus 2022 | 23:21 WIB
Ilustrasi balita korban kekerasan seksual dan penganiayaan. Balita N lima tahun di Denpasar, Bali, diduga menjadi korban kekerasan seksual dan fisik oleh kekasih ibunya. (pixabay/FeeLoona)

Suara Bandung - Apa yang dilakukan YPMP alias Jo alias Dedi (39), sangat tidak bermoral. Dia tega melampiaskan nafsu binatangnya pada balita lima tahun yang merupakan anak dari kekasihnya sendiri.

Aksi Jo ini tak cukup sampai di situ, dia juga tega hati menganiaya sang balita secara sadis. Kejadian perkara yang berlokasi di kawasan Denpasar, Bali ini benar-benar memilukan dan membuat publik marah besar.

Berikut adalah 4 fakta mengerikan kebejadan Jo pada balita lima tahun anak dari kekasihnya.

1. Korban disiksa dan dicabuli

Korban berinisial N ini menjadi korban kekerasan kekasih ibunya. Selain jadi korban kekerasan seksual, N juga dianiaya secara brutal oleh Jo.

Dari keterangan polisi, pria asal Kupang NTT itu diketahui sering mencabuli korban dengan cara memasukkan jemari ke dalam kemaluan korban.

Tak puas dengan melampiaskan nafsu setannya, Jo juga menyiksa N secara bertubi-tubi hingga 3 gigi depanya tanggal.

2. Ibu N tahu dan diam

Mirisnya lagi penganiayaan N diketahui oleh ibu kandungnya berinisial DNMurti alias Novi (33). 

Baca Juga: Pimpinan DPRD Tulungagung Berstatus Tersangka Dugaan Korupsi Ternyata Sering Bolos Sidang

Mengetahui hal keji itu, N  diduga hanya memilih diam dan terkesan membiarkan pelaku berbuat keji.

3. Pencabulan dan penyiksaan terbongkar

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas pada Senin 1 Agustus 2022 mengatakan, hasil visum pada korban sudah keluar.

Dari hasil visum diketahui jika N benar-benar menjadi korban pencabulan dan kekerasan oleh Jo.

"Tersangka Jo melakukan pelecehan seksual berkali-kali terhadap korban. Hal itu diperkuat dengan hasil visum. Ia juga memukul mulut korban bagian depan hingga tiga giginya tanggal," ungkap Kombes Bambang, Senin 1 Agustus 2022 sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan Suara Bandung.

4. Temuan baru

Load More