Nasih nahas menimpa salah satu wisatawan yang baru pulang liburan di Bali. Wisatawan yang tak disebutkan namanya itu kena denda dari pemerintah Australia sebesar 1.874 dolar Amerika Serikat atau setara Rp 27 juta.
Mengutip dari laporan CNN, wisatawan yang baru pulang liburan di Bali itu kedapatan membawa dua makanan cepat saji, McMuffin yang ditemukan dalam bagasinya saat tiba di Bandara Darwin, Australia.
"Pelancong yang tidak disebutkan namanya itu didenda 2.664 dolar Australia atau setara 1.874 dolar Amerika Serikat setelah dua telor dan sosi daging sapi McMuffins yang tidak diberitahukannya ditemukan di bagasi saat tiba di bandara Darwin," tulis CNN.
Insiden ini sendiri beberapa hari setelah pemerintah Australia memberlakukan aturan biosekuriti baru yang ketat pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia dan menyebar ke Bali.
Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia mengatakan makanan cepat saji itu ditemukan di ransel si wisatawan oleh anjing pendeteksi biosekuriti bernama Zinta.
"Ini akan menjadi makanan cepat saji termahal yang pernah dimiliki penumpang itu," ucap Murray Watt, Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia.
"Denda ini dua kali lipat dari biaya tiket pesawat ke Bali, tetapi saya tidak bersimpati kepada orang-orang yang memiliki tidak mematuhi langkah-langkah keamanan Autralia yang ketat," tambahnya.
Pemerintah Australia sendiri telah melalukan tindakan biosekuriti yang sangat ketat dengan menurunkan anjing pendeteksi di Bandara Darwin yang wabah PMK di Indonesia ini.
"Australia bebas PMK dan kami ingin tetap seperti itu," tegas Menteri Watt.
Baca Juga: Perajin Klangsah di Bali Kebanjiran Permintaan di Musim Nikah
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta