-
Agresi militer Israel di Lebanon menyebabkan lebih dari 2.000 warga sipil tewas dalam enam minggu.
-
Fasilitas kesehatan utama di Beirut terancam lumpuh akibat blokade logistik dan zona evakuasi paksa.
-
Seperlima populasi Lebanon mengungsi akibat penghancuran sistematis pemukiman dan infrastruktur jalan oleh Israel.
Suara.com - Eskalasi serangan udara dan operasi darat Israel telah melampaui batas zona perang tradisional hingga melumpuhkan stabilitas nasional Lebanon.
Penyebaran agresi yang tidak terduga ini menciptakan gelombang pengungsian masif serta menghancurkan infrastruktur publik yang menjadi tumpuan hidup warga.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pemukiman padat dan fasilitas medis kini berada dalam garis bidik yang mengancam nyawa ribuan warga tak bersenjata.
Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri di Beirut kini berada di titik nadir karena masuk dalam zona evakuasi yang ditetapkan militer Israel.
Meski menjadi pusat perawatan terbesar, rumah sakit ini tidak mungkin memindahkan ratusan pasien kritis yang sedang menjalani perawatan intensif.
Mohammad Zaatari, direktur rumah sakit tersebut, mengungkapkan beban berat yang harus dipikul oleh institusi medis di tengah hujan bom.
“Ada banyak martir. Sayangnya, sejumlah dari mereka masih menunggu untuk diidentifikasi,” kata Mohammad Zaatari kepada CNN.
Ketakutan akan serangan langsung membuat operasional medis menjadi misi bunuh diri bagi para tenaga kesehatan yang tetap bertahan.
Kesaksian Warga Mengenai Target Sipil
Baca Juga: Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!
Warga sipil yang kehilangan anggota keluarga menegaskan bahwa serangan tersebut tidak menyasar kekuatan militer melainkan penduduk biasa.
Mohamed Jirani, yang kerabatnya menjadi korban bom di apartemen, mempertanyakan legalitas serangan yang menghantam area padat penduduk.
“Mereka tidak memukul pejuang. Sebagian besar yang terluka adalah perempuan dan anak-anak, atau orang-orang yang mengungsi,” ujarnya.
Ia menambahkan sebuah tantangan bagi siapa pun untuk membuktikan adanya keberadaan militer di fasilitas kesehatan umum yang diserang.
“Mengapa mereka menargetkan warga sipil padat ketika kami tidak memiliki senjata? Pergilah ke rumah sakit mana pun di Beirut dan cobalah temukan satu pejuang Hezbollah. Mereka semua adalah warga sipil,” tegas Mohamed Jirani.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan angka kematian telah melampaui 2.000 jiwa hanya dalam periode waktu enam minggu yang sangat singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Maling Bobol Plafon Toko Vape di Ciracas, Pemilik Rugi Puluhan Juta
-
7 Fakta Pilu Bocah 4 Tahun di Kediri Tewas Dianiaya Nenek: Pendarahan Ginjal Hingga Alibi Bohong!
-
Kubu Nadiem Hadirkan 3 Petinggi Google dari Singapura sebagai Saksi di Sidang Kasus Chromebook
-
Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang
-
Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!
-
3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman
-
Kabur Saat Teror Penembakan di Supermarket Kyiv, Dua Polisi Ini Bernasib Apes
-
Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, WEF Sebut 44 Persen Skill Pekerja Perlu Diperbarui
-
Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk
-
Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020