Entertainment / Gosip
Senin, 20 April 2026 | 13:11 WIB
Ni Luh Djelantik mengkritik sikap Gubernur Bali I Wayan Koster terkait komunikasi yang dinilai kurang empati di ruang publik. [Instagram]

Suara.com - Anggota DPD RI Provinsi Bali, Ni Luh Djelantik baru-baru ini menyoroti sikap Gubernur Bali I Wayan Koster yang dinilai acuh saat keduanya bertemu dalam sebuah kesempatan.

Dia menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang menuju lokasi acara Darma Santi Nasional, di mana ia berpapasan langsung dengan sang gubernur.

Dalam momen itu, Ni Luh Djelantik mengaku telah berusaha menyapa dan mengajak bersalaman, namun merasa ditanggapi dingin.

Merasa mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan, ia pun secara terbuka melontarkan kritik, bahkan menyindir soal adab yang menurutnya lebih penting daripada ilmu.

Tak lama setelah unggahan tersebut viral di media sosial, muncul klarifikasi dari sejumlah pihak yang memberikan sudut pandang berbeda terkait kejadian tersebut.

Salah satunya datang dari akun Instagram @lensabali yang menilai bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Salah satu oknum Anggota DPD RI dapil Bali memframing negatif Bapak Wayan Koster kita bersalaman, ternyata semua itu adalah berita bohong yang tidak sesuai dengan fakta dan situasi dilapangan," tulis akun tersebut, Minggu, 19 April 2026.

Klarifikasi itu juga menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, Gubernur Bali sedang dalam kondisi terburu-buru karena harus menyambut pejabat penting yang telah hadir di lokasi acara.

Baca Juga: Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat Berduri Jelang Demo Besok, Rudy Mas'ud Takut Hadapi Rakyat?

"Pada dasarnya situasi dan kondisi saat itu adalah Bapak Wayan Koster lagi terburu-buru dan bergegas menyambut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bapak Pratikno yang sudah hadir dan posisi sudah memasuki Artcenter," ujarnya.

Ni Luh Djelantik mengkritik sikap Gubernur Bali I Wayan Koster

Ni Luh Djelantik mengkritik sikap Gubernur Bali I Wayan Koster terkait komunikasi yang dinilai kurang empati di ruang publik. [Instagram]

Lebih lanjut, klarifikasi tersebut menjelaskan bahwa interaksi Gubernur dengan Ni Luh Djelantik sempat terjadi, meskipun berlangsung singkat.

"Bapak Wayan Koster saat berpapasan dengan anggota DPD tersebut sudah menyalami tangannya. Tapi entah kenapa anggota DPD itu merasa kurang puas dan memegang dengan lama tangan Bapak Wayan Koster," lanjut akun tersebut.

Melalui klarifikasi itu pula, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video yang beredar tanpa melihat konteks secara utuh.

"Sering kali potongan vidio dan caption yang didasari oleh rasa dengki, lalu diposting ke media sosial dijadikan framing yang tidak sesuai dengan fakta dan situasi di lapangan," imbuhnya.

Meski demikian, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Bali terkait peristiwa tersebut.

Load More