SuaraBandung.com - Belum lama ini China mengklaim bahwa negaranya paling aman untuk wanita. Mereka memamerkan sejumlah data untuk memperkuat klaimnya itu.
Bahkan China menyebut keamanan mereka lebih baik daripada Amerika Serikat dan Barat. Wanita China disebut aman dan bahagia tinggal di negaranya.
Namun sisi lain dari klaim tersebut, media Barat justru membongkar fakta sebaliknya. Mereka mengupas tayangan CCTV yang ada di beberapa wilayah di kota besar di China.
Dan benar saja, CCTV ini menjadi bukti jika apa yang diklaim pemerintah China justru sebaliknya.
Banyak aksi kekerasan pada wanita, yang justru tak sedikit berujung pada kematian korban. Lantas apakah China masih berani menyebut dini negara paling aman untuk wanita?
Dilaporkan suara.com sebelumnya, China menyatakan jika perempuan di negaranya lebih aman ketimbang di negara barat. Tapi sejumlah video malah mempertanyakan klaim ini.
Namun, sebuah video rekaman CCTV menunjukkan seorang pria menabrak pasangannya dengan mobilnya tanggal 2 Agustus lalu.
Di sana polisi yang menangani kasus tersebut hanya mengatakan sebagai "keributan" kecil antara pasangan.
Dikatakan keributan kecil, akan tetapi si wanita justru tewas sementara sang kekasih, melarikan diri.
Baca Juga: Cek Jadwal Nonton Pengabdi Setan 2 Communion di Bioskop Bandung 6 Agustus 2022
Pada awalnya video tersebut viral namun kemudian terkubur dengan kemarahan warga China atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan.
Bagi Alice, video itu kembali mengingatkan pada kejadian serupa di kota yang sama dua bulan sebelumnya.
Seperti banyak perempuan lain di China, Alice semula percaya dengan pernyataan pejabat di Beijing yang mengatakan hidup di dalam negeri lebih aman dibandingkan di negara-negara Barat.
"Jangan beranggapan bahwa Amerika aman seperti di China, di mana kita bisa keluar di malam hari mencari makanan tanpa khawatir dengan keselamatan," demikian tulis Liga Pemuda Partai Komunis China di Weibo di tahun 2017.
Bulan Juni lalu juga ada video viral yang merekam empat perempuan dikeroyok oleh sekelompok pria di sebuah restoran.
"Saya merasa sangat terkejut dan merasa tidak aman setelah melihat video tersebut," kata Alice 33 tahun yang tinggal di provinsi Anhui.
Berita Terkait
-
Diisukan Tolak Promosi Drama dengan Angelababy, Ma Tianyu Beri Respon Kocak
-
Sumbar Ekspor 20 Ton Ikan Tuna Beku ke Amerika Serikat pada Juli 2022
-
Saham China Berakhir Menguat, Indeks Shanghai Meningkat 1,19 Persen
-
Serpihan Roket China di Pindahkan ke Pontianak, BRIN: Akan Diselidiki
-
17 Bulan Tanpa Kejelasan, WNI Kru Kapal Taiwan Ditahan Atas Dugaan Perdagangan Ilegal
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
Gak Bikin Jerawat Meradang! Ini 4 Micellar Water untuk Kulit Acne-Prone
-
Rekomendasi Produk Philips Terbaik Sepanjang Masa Berdasarkan Kategori
-
Lingkungan Kerja Nyaman Jadi Prioritas Baru Gen Z dan Milenial dalam Memilih Karier
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Novel Kereta 4.50 dari Paddington: Trik Pembunuhan di Luar Nalar
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan