SuaraBandung.id - Skenario Irjen Ferdy Sambo untuk menutupi kesadisanya belum semua terungkap, terusama soal barang bukti milik korban Brigadir J.
Ada barang bukti milik korban yang dinyatakan hilang sejak eksekusi mati hingga saat ini.
Dan Ferdy Sambo sebagai dalang pembunuhan yang saat ini ditahan di Mako Brimob, diduga belum memberikan pengakuan secara paripurna.
Hal itu menjadi satu kendala dalam pengungkapan kasus kematian Brigadir J, terutama soal motif mengapa korban harus dibunuh secara sadis.
Bukan itu saja, informasi terbaru adalah soal adanya operasi senyap sekitar pukul 01.00 WIB, yang dilakukan Ferdy Sambo dan sejumlah ajudan.
Operasi senyap ini dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan sejumlah barang bukti agar bau busuk si jenderal tak tercium.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam adalah yang mengungkap soal adanya dugaan penghilangan barang bukti.
Choirul Anam mengatakan, ada penghilangan rekam jejak digital di kasus kematian Brigadir J atau Yosua Hutabarat.
Penghapusan barang bukti diduga sudah terjadi, di antaranya penghapusan tiga WhatsApp Group.
Kemudian Anam kembali mengatakan, diduga ada upaya menghilangkan barang bukti ponsel dengan cara mengganti baru ponsel sejumlah ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Termasuk dalam hal ini barang bukti ponsel milik Brigadir Yosua atau Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.
Sejumlah ponsel yang digunakan korban dan ajudan di hari H pembunuhan Brigadir J pada (8/7/2022), hingga kini bahkan belum ditemukan.
Choirul Anam mengatakan, yang sangat terang benderang adalah soal jejak digital dan juga percakapan digital
"Yang kentara (barang bukti) banget adalah rekam jejak digital gak cuma ponsel, tapi percakapan digital juga gak ada," kata Anam saat berbicara RDP di Komisi III DPR, Senin (22/8/2022).
Tentang percakapan digital yang dikatakan Choirul Anam adalah berupa bukti chat di tiga grup WhatsApp.
Berita Terkait
-
Tak Satupun Mundur Lihat Brigadir J Ajukan Permintaan Terakhir, Hasil Autopsi: Tembakan di Kepala dan Dada Penyebab Kematian
-
Tim Dokter Forensik Sebut Bentuk Luka di Jasad Brigadir J Sudah Tidak Asli, Singgung Soal Luka Kekerasan hingga Bekas Tembakan
-
Komnas HAM di Depan Anggota DPR Bongkar Skuad Lama Adalah Orang Dekat Istri Ferdy Sambo, Sehari Sebelum Eksekusi Disebut Brigadir J
-
AKHIRNYA TERBONGKAR! Skuad Lama yang Ingin Habisi Brigadir J
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA