SuaraBandung.id - Sangat mengerikan pemandangan yang terjadi di TKP pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri.
Kabarnya, tubuh Brigadir J yang sudah terkapar dan bersimbah darah sempat difoto Ferdy Sambo.
Setelah itu jasad Brigadir J tergeletah tak bernyawa, kemudian muncul perintah agar segera dilakukan pembersihan TKP.
Pernyataan tersebut dikatakan langsung pihak Komnas HAM saat rapat bersama Komisi III DPR RI belum lama ini.
Bahkah Komnas HAM siap memperlihatkan foto tersebut, akan tetapi tidak bisa dipublikasikan ke publik.
Pihak Komnas HAM, Choirul Anam mengungkap temua foto bukti Brigadir J tewas terkapar.
Selain itu, Choirul Anam juga mengungkap bukti baru berupa jejak digital beriisi pemberi pesan agar TKP segera dibersihkan.
Seperti diketahui, Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal dunia di tangan jenderal dan rekannya sendiri.
Tubuh Brigadir J terkapar di dalam rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).
Ada tiga tembakan yang dilakukan Bharada E, kemudian dua tembakan dari Ferdy Sambo yang diarahkan langsung pada Brigadir J.
Ketika pembunuhan selesai dilakukan, kemudian ada perintah melalui alat elektronik untuk segera membersihkan TKP.
"Kami memiliki foto (korban Brigadir J) di tanggal 8 Juli di TKP, pascakejadian. Jenazah Brigadir J masih ada di tempatnya di TKP," kata Choirul Anam
Choirul Anam mengatakan, Komnas HAM bisa memperlihatkan foto tersebut pada setiap anggota Komisi III DPR secara tertutup.
Namun, Choirul Anam mengatakan jika foto tersebut belum saatnya ditunjukkan ke publik.
Choirul Anam berasalan, hal itu ditakutkan akan menganggu penyidikan di kepolisian. Foto tersebut menampilkan posisi paling penting, yakni tubuh korban masih di tempat eksekusi mati.
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo TAMAT! Polri Pecat Tidak Hormat Dalang Pembunuhan Brigadir J
-
Mencuat Isu LGBT, Ferdy Sambo Tak Pajang Foto Istri, Begini Komentar Mahfud MD dari Pengakuan Putri Candrawathi
-
Video CCTV Detik-detik Nyawa Brigadir J Direnggut Irjen Ferdy Sambo, Terekam Ada di Taman Depan, Lalu Dipanggil Masuk dan Terjadilah
-
Jika Bharada E Tolak Perintah Irjen Ferdy Sambo, Ini yang Akan Terjadi pada Tersangka Eliezer kata Deolipa
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta