Kemudian terlihat Brigadir J membuka kedua telapak tangan di depan dada, seolah meminta agar dirinya tidak ditembak.
Posisi Ferdy Sambo terlihat berdiri di samping pemeran Bharada E. Saat itu juga, Ferdy Sambo memerintahkan anak buahnya menembak Brigadir J.
Dalam rekonstruksi, setelah ditembak, Brigadir J tewas. Tubuhnya terlihat tersungkur di depan kamar.
Setelah itu, Ferdy Sambo mengambil pistol jenis HS-19 yang merupakan milik Brigadir J yang berada di pinggang Brigadir J.
Setelah menguasai pistol Brigadir J, Ferdy Sambo mengarahkan moncong senjata ke arah tembok dekat tangga.
Ferdy Sambo kemudian melepaskan sejumlah tembakan dan menembak sekali ke tubuh Brigadir J.
Ferdy Sambo mengatakan saat sebelum penembakan, menanyakan pada Brigadi J mengapa tega berbuat asusila pada istrinya.
Sang jenderal menanyakan hal itu di depan Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.
"Kenapa kamu (Brigadir J) tega berbuat kurang ajar ke ibu (Putri)?" tanya Ferdy kepada Brigadir J.
Baca Juga: Tiga Bansos akan Segera Cair! Salah Satunya BSU, Cek Daftar Rekening Bank Penyalurnya di Sini!
"Tega apa komandan?" jawab Brigadir J mendengar pertanyaan dari Ferdy Sambo.
Setelah itu, Ferdy Sambo menilai jika anak buahnya kurang ajar. "Kamu (Brigadir J) kurang ajar sama ibu (Putri)," kata Sambo lagi.
Brigadir J kembali bertanya pada Ferdy Sambo. "Kurang ajar apa komandan?" ucap Brigadir J lagi menjawab.
Ferdy Sambo yang menilai Brigadir J tidak mengaku, langsung meminta Bharada menembak.
"Hajar Chard," ucap Ferdy memberi perintah sebagaimana dikatakan kepada penyidik yang memeriksanya.
Setelah mendapat perintah, Bharada E melepaskan tembakan dari jarak sekitar 2 meter sebanyak lima kali.
"Kejadian tersebut (penembakan Brigadir J) disaksikan Bripka Ricky dan Kuwat," kata Sambo dalam keterangannya.
Berita Terkait
-
Jeritan Polwan di Duren Tiga Saat Menghadapi Ferdy Sambo hingga Orang Punya Power pun Pipis di Celana, Kata Pengacara Brigadir J
-
Susi "Tenggelam" di Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Suara Tangisan di Rumah Magelang hingga Ada yang Lari Masih Misteri
-
Komnas HAM Akui Adanya Perbedaan pada Rekontruksi Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Komisi III DPR Apresiasi Rekontruksi Pembunuhan Brigadir J yang Dinilai Transparan
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Hery Gunardi: Perbankan Nasional Tetap Sehat dan Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
3 Moisturizer Murah Rekomendasi Fuji agar Wajah Glowing dan Cerah Seketika
-
Heboh 6 Tahanan Kabur saat Tiba di Pengadilan Pekanbaru
-
Siapa Titin Rita Lestari? Ketua Tim BPK Sumsel yang Kini Jadi Tersangka KPK Bersama Edison
-
Perbankan Nasional Masih Mampu Jalankan Peran sebagai Penggerak Ekonomi dari Penyaluran Kredit
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
Likuiditas Terjaga dan NPL Rendah, Perbanas Nilai Perbankan Indonesia Tetap Sehat
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja 2027
-
Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit
-
Selat Hormuz Memanas: Asuransi Tolak Jamin Kapal RI, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Energi