SuaraBandung.id – Sebagian besar publik sangat berharap motif pembunuhan Brigadir J bisa terungkap.
Publik berharap jika Bharada E sebagai saksi kunci tetap konsisten pada apa yang diungkapnya.
Perkembangan terbaru, Bharada E akhirnya membongkar semua yang terjadi di kasus pembunuhan berencana Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.
Bharada E mengungkap motif mengapa Brigadir J harus dihabisi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Memiliki nama lengkap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, dikatakan LPSK telah membongkar motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang didalangi Irjen Ferdy Sambo.
Ketua LPSK, Hasto Atmojo mengatakan jika Bharada E belum lama ini sudah menyampaikan motif pembunuhan kepada pihaknya.
“Bharada E sudah menyampaikan (motif) ke LPSK,” kata Hasto Atmojo, dilansir Suara.com.
Namun, Hasto tidak bisa menyampaikan informasi tentang motif pembunuhan Brigadir J yang berasal dari Bharada E.
Pertanyaanya, apakah benar motifnya adalah soal tindak pelecehan seksual, seperti yang selama ini diakui istri Ferdy Sambo?
Dari informasi yang diberikan Hasto, sama sekali tidak sedikitpun menyinggung soal motif pemerkosaan.
Namun Hasto Atmojo mengaku tidak bisa menyampaikan ke publik mengenai apa bocoran informasi motif yang disampaikan Bharada E.
Hasto mengatakan, sebaiknya tentang motif yang dibocorkan Bharada E tidak dibuka. “Tapi, ya, itu sebaiknya tidak dibuka lah, ya," jelas Hasto.
Bharada E dikatakan Hasto telah menyampaikan seluruh informasi terkait rencana pembunuhan Brigadir J pada saat asesmen pengajuan justice collaborator dilakukan.
Namun, lagi-lagi Hasto mengatakan LPSK tidak akan membongkar informasi tersebut termasuk motif lantaran bukan kewenangan LPSK.
"Iya (Bharada E menyampaikan motif pembunuhan ke LPSK), tapi itu bukan kewenangan kami," kata Hasto.
Sebagai informasi, saat ini Bharada E dalam posisi sebagai justice collaborator (JC) dan mendapat perlindungan dari LPSK.
Peran Bharada E sebagai JC dikatakan Hasto akan sangat berdampak positif dalam penanganan perkara kematian Brigadir Joshua.
Saat ini LPSK hanya fokus memastikan Bharada E tetap konsisten dalam menyampaikan keterangan selaku JC.
Dikatakannya, kesaksian Bharada E akan menjadi kunci skenario awal pembunuhan Brigadir J.
"Keterangan (motif) sangat kunci karena kesaksian dia (Bharada E) itu lah semua skenario berantakan," jelasnya.
Hasto mengatakan, jika Bharada E benar-benar harus diselamatkan, tetap aman untuk bisa memberi kesaksian sampai di pengadilan.
"Ini yang harus kita selamatkan keterangan-keterangan Bharada E ini diharapkan sampai akhir persidangan konsisten gak? Jujur tetap,” lanjutnya.
Sebelumnya, beredar di media sosial video pesan yang diduga dari Bharada E. Melalui pesan yang diunggah oleh akun TikTok @richard_eliezer, terungkap bahwa alasan Brigadir J dibunuh lantaran ia mengetahui sosok dalang mafia di balik pembakaran gedung Kejagung.
"Irjen Ferdy Sambo juga membunuh alm Brigadir J karena alm Brigadir J juga sudah mendengar siapa dalang (mafia) dalam pembakaran gedung Kejaksaan Agung," tulis pesan dalam video yang diunggah oleh akun tiktok @richard_eliezer.
"Dengan mendengar hal ini, bos irjen Ferdy Sambo sangat marah sekali dan takut jika Brigadir J membocorkan hal ini ke awak media dan atasan Polri," lanjut akun tersebut.
"Saya dan rekan-rekan saya disuruh bos Irjen Ferdi Sambo untuk menyiksa Brigadir J," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Istri Ferdy Sambo Tidak Teriak Saat Diperkosa, Malah Lengket ke Kuat Bukan pada Susi, LPSK: Ini Ganjil
-
Ajudan Lancang Perkosa Istri Jenderal meski Banyak Orang, LPSK Tanyakan Kenapa Putri Tidak Teriak
-
MENGEJUTKAN! Dugaan Brigadir J Perkosa Istri Ferdy Sambo Diperkuat Rekaman Video Call dengan Seorang Wanita
-
Bukti Dugaan Brigadir J Perkosa Istri Ferdy Sambo Sempat Viral, Komnas HAM Benarkan Hal Itu
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
5 Filter Air Keran untuk Saring Bau dan Kotoran, Air Lebih Jernih untuk Kebutuhan Rumah Tangga
-
Mengapa Pertarungan Lini Tengah Jadi Penentu Hidup-Matinya Inggris vs Ghana?
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai