SuaraBandung.id - KH Ahmad Bahauddin, Gus Baha mengatakan kalau seorang perokok mempunyai alasannya sendiri untuk merkokok. Ulama asal Rembang ini mengatakan jika rokok tidaklah haram.
Berbeda dengan Gus Baha, banyak ulama seperti Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat yang mengharamkan rokok.
Hukum merokok itu sendiri masih menjadi perdebatan antar ulama.
Perdebatan seputar rokok itu pun pernah dialami oleh Gus Baha. Ia menceritakan pengalamannya saat berdebat soal hukum rokok.
Gus Baha mengaku kalau dirinya selalu kalah saat berdebat soal hukum rokok di kalangan keluarganya.
"Kalau (dengan) mbah Nafi, masih eyang saya. (Beliau) pernah bertanya Ha, rokok itu haram atau tidak. Kalau saya bilang (rokok) haram bagaimana mbah? Terus mbah saya menjawab, lah iya, kalau haram benar saya. Makanya saya bakar, barang haram baiknya dibakar," unkap Gus Baha.
Selain itu, Gus Baha menyampaikan pengalaman lainnya saat berdebat soal hukum rokok.
"Ada satu kyai lagi, (beliau) masih sepupu mbah Nafi bilang. Ini ada rokok dua (batang/ bungkus). Bagi yang nggak merokok, berarti dia membiarkan dua barang haram. Bagi (mereka) yang merokok, berarti dia menghilangkan barang haram," ujar Gus Baha.
Gus Baha kemudian melanjutkan kata-katanya.
"Jadi saya dengan orang-orang tua itu nggak pernah menang," ucap Gus Baha
Pengalaman Gus Baha yang ia ceritakan itu ada dalam sebuah unggahan video. Warganet banyak mendukung perkataan Gus Baha soal perdebatan hukum rokok tersebut.
Sementara itu, dalam sebuah unggahan akun tiktok, Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengharamkan rokok bahkan mengharamkan juga mereka yang bekerja di perusahaan rokok.
Sedangkan Gus Baha sendiri mengatakan bahwa orang yang merkokok itu memiliki logikanya sendiri.
"Orang (yang) merokok itu memang punya logikanya sendiri," kata Gus Baha dikutip Hops.ID-jaringan Suara.com dari unggahan akun TikTok @shootingsembrono, Minggu 1 Mei 2022.
Gus Baha pun mengatakan bahwa rokok itu sendiri masih sulit dikategorikan sebagai makanan atau minuman dan ia belum berani memutuskan hukumnya haram atau tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Siap Rilis 7 Mei, Ini Keunggulan realme C100: Baterai Jumbo dan Layar Rain Touch
-
Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!
-
Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak
-
Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen
-
Klasemen Liga Inggris: Manchester City Tertahan, Chelsea Gagal ke Liga Champions
-
Pendidikan sebagai Self-Love: Benarkah Investasi Terbaik untuk Perempuan?
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
BRI Hadirkan Cashback 50 Persen di Restoran Sari Indah, Intip Caranya
-
Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang
-
Stradenine Punya Siapa? Brand Lokal Bantah Terlibat Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat