News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 07:44 WIB
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menjawab pertanyaan wartawan sebelum pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/tom]
Baca 10 detik
  • Dudung Abdurrachman merespons kritik Habib Rizieq Shihab terkait pengaruhnya terhadap gaya komunikasi Presiden Prabowo.
  • Habib Rizieq menuding Dudung mendoktrin Presiden Prabowo untuk melontarkan narasi negatif tentang Yaman dalam pidato kenegaraan baru-baru ini.
  • Selain isu Yaman, Rizieq menyoroti keterlibatan Dudung dalam kasus KM 50 serta mempertanyakan pengangkatannya sebagai penasihat pertahanan nasional.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurrachman, merespons tajam kritik yang dilontarkan Habib Rizieq Shihab terkait pengaruhnya terhadap gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto.

Dudung menilai pernyataan Rizieq tersebut hanyalah ocehan yang tidak perlu didengar oleh publik.

“Kok masih ada yang mau memviralkan ocehan dia memangnya dia siapa ucapannya tidak usah didengerin apalagi kelakuannya,” ujar Dudung saat dihubungi Suara.com, Senin (4/5/2026).

Pernyataan ini muncul setelah Rizieq melalui kanal YouTube OfficialIslamicBrotherhoodTV menyoroti pidato Presiden Prabowo yang menyinggung negara Yaman saat menanggapi narasi "Indonesia gelap" dan pihak-pihak yang ingin kabur dari tanah air.

Rizieq menduga pernyataan presiden tersebut merupakan hasil pengaruh dari orang-orang di lingkaran dalamnya.

Rizieq secara spesifik menuding sosok yang ia juluki "Jenderal Baliho"—sebutan yang kerap ia tujukan kepada Dudung—telah mendoktrin presiden dengan narasi tertentu.

Menurut Rizieq, penyebutan kata "Yaman" dalam pidato tersebut tidak terlepas dari pengangkatan kembali mantan KSAD itu ke dalam struktur pemerintahan sebagai penasihat bidang pertahanan nasional dan KSP.

“Pantes saja presiden bilang pergi sono ke Yaman karena Jenderal Baliho ini memang benci Yaman. Jadi begitu ngomong ingat tuh sudah kedoktrin ngobrol istana sama orang yang anti Yaman,” kata Rizieq dalam video tersebut.

Selain isu Yaman, Rizieq juga mengungkit kembali peristiwa KM 50. Ia mengklaim memiliki indikasi-indikasi terkait keterlibatan Dudung dalam kasus hukum masa lalu tersebut.

Baca Juga: CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

"Ini orang bermasalah dalam KM 50, dalam urusan adu domba anak bangsa, dalam urusan menghina para habaib. Saudara, kenapa diangkat jadi penasihat presiden?" pungkas Rizieq.

Load More