SuaraBandung.id - Sudah jadi rahasia umum jika Ferdy Sambo seperti melaju di jalur tol untuk mendapat pangkat Irjen Pol atau bintang dua dan jabatan Kadiv Propam Polri.
Bukan itu saja, Ferdy Sambo ternyata sudah diasuh hingga memiliki karier moncer di kepolisian.
Ferdy Sambo diduga memang diasuh agar bisa menguasai Polri dengan tujuan tertentu yang hanya diketahui oleh si pengasuhnya.
Ferdy Sambo memiliki pangkat jenderal bintang dua dan duduk di posisi elite Polri di usia yang masih sangat muda, memang luar biasa.
Akan tetapi jejak perjalanan karier yang cemerlang lantaran diduga 'dikarbit', malah mengantaran Ferdy Sambo pada jurang kehancuran yang juga lebih cepat.
Fakta saat Ferdy Sambo harus kehilangan semua posisi strategis di kepolisian yang didapat secara cepat didapatnya.
Atas perjalanan karier Ferdy Sambo yang meroket ini, ada pandangan jika itu didapat lantaran bantuan seseorang yang dikenal sebagai kakak asuh.
Suami Putri Candrawathi kabarnya bisa memiliki posisi paling strategis di Polri disebut-sebut berkat bantuan sosok tersebut.
Sosok kakak asuh inilah yang diduga membekingi dan pasang badan untuk Ferdy Sambo.
Baca Juga: Aturan Ini Tak Boleh Dilanggar oleh Kaum Wanita, Ternyata Ini Kata Buya Yahya
Sehingga tidak heran sosok kakak asuh yang juga disegani di kepolisian ini, bisa mengantarkan Ferdy Sambo melesat ke posisi penting di Polri.
Adanya sosok kakak asuh ini terungkap melalui percakapan diskusi mantan penasihat Kapolri, sekaligus Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Muradi.
Secara jelas Prof. Muradi menerangkan siapa sosok kakak asuh dan perannya dalam menjadikan Ferdy Sambo sampai pada posisi bintang di kepolisian.
Namun, Prof. Muradi tidak mengatakan nama dan identitas sosok kakak asuh Ferdy Sambo.
Akan tetapi, Prof. Muradi menggambarkan jika sosok kakak asuh tersebut sangat dekat dengan Ferdy Sambo.
Bahkan Prof. Muradi menduga, sosok kakak asuh ini akan turun tangan membantu Ferdy Sambo dalam membebaskannya dari jerat hukum maksimal, yakni hukuman mati di kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.
Siapa sosok kakak asuh tersebut, dikatakan Prof. Muradi saat ini sudah pensiun dari Polri.
Dan Prof. Muradi mengatakan secara jelas, sosok kakak asuh inilah yang memberikan jabatan Kadiv Propam Polri pada Ferdy Sambo.
Jika melihat jenjang karir, Prof. Muradi mengatakan jabatan Kadiv Propam Polri ini seharusnya diemban seorang polisi yang memiliki pengalaman luas dan teruji.
Prof. Muradi mengatakan, Ferdy Sambo tidak pernah mendapat kepercayaan menjadi Kapolda.
Kemudian, Ferdy Sambo juga hanya menjabat sebagai kapolres sembilan bulan lamanya.
“Selebihnya (Ferdy Sambo) di elite. Beberapa menyebutnya (Sambo) polisi Jakarta karena muter-muter (menjabat) di Jakarta,” kata Muradi kepada wartawan, Rabu 21 September 2022.
Status kakak asuh ini dikatakan Prof. Muradi, terjadi sudah lama dengan Ferdy Sambo.
Bahkan kata Prof. Muradi, kakak asuh ini sudah terbentuk sejak mereka berada di Akademi Kepolisian (Akpol).
Hubungan mereka sama seperti pada umumnya, yakni sebagai hubungan senior dan junior.
Berita Terkait
-
MENGEJUTKAN, Diduga BAP Bocor, Saksi S Lihat Korban J Berduaan di Kamar PC, Kemudian Terdengar Suara Janggal
-
Ferdy Sambo Tak akan Dikasih Nafas, Polri Merasa Sudah di Jalur yang Benar hingga Pamer Hasil Survei
-
Ferdy Sambo Diangkat Jokowi, Bintang Dua yang Tak Pernah Jadi Kapolda: Ricky Sitohang Bicara ke Uya Kuya: yang Senior mbok Urut Kacang lah
-
Pengakuan Bharada E Berdoa di Toilet Sebelum Tembak Brigadir J, Gelisah Saat Perjalanan ke Duren Tiga
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama