/
Kamis, 29 September 2022 | 14:05 WIB
Ribuan suporter Persib Bandung atau Bobotoh berdemonstrasi di depan Graha Persib, Jalan Sulanja, Kota Bandung, Rabu siang (28/9/2022). (Suara.com/M Dikdik RA)

SuaraBandung.id - Graha Persib yang terletak di jalan Sulanjana menjadi ramai dipenuhi oleh ratusan Bobotoh yang melakukan aksi demonstrasi pada Rabu (28/09/22).

Aksi yang dilakukan ini dalam rangka menuntut sistem penjualan tiket yang di terapkan oleh pihak manajemen Persib Bandung.  

Ratusan Bobotoh itu mendesak agar pihak manajemen mengembalikan sistem yang dulu pernah diterapkan yaitu distribusi penjualan tiket secara kolektif kepada kelompok supporter yang tergabung dalam komunitas.

Seharusnya manajemen mampu mengakomodir komunitas – komunitas  dalam distribusi tiket katanya, tidak memukul rata denga sistem penukaran tiket perorangan agar lebih cepat dan efektif.

"Kalau (komunitas) disatuin dengan masyarakat umum itu bisa memakan waktu, tapi kalau komunitas diakomodir bisa lebih efektif. Kita ingin sistem yang simpel," kata perwakilan Bobotoh, Yudi Baduy kepada wartawan, dilansir dari JabarSuara.id, Kamis (29/9/2022).

Di gelaran Liga 1 2022/2023 manajemen menerapkan sistem penjualan tiket berbasis daring melalui aplikasi dan website Persib.co.id yang terintegrasi langsung dengan aplikasi PeduliLindungi.

"Kalau rombongan kami yang datang satu bus, dua bus, itu harus ambil satu-satu. Antre. Belum lagi kalau suporter dari luar kota. Itu jadi kendala, apalagi tempat penukarannya dibuka pas hari H (hari pertandingan)," katanya.

Namun, demonstrasi yang dilakukan Bobotoh sempat rusuh dengan lemparan batu dan botol yang dilaakukaan massa aksi ke arah gedung graha Persib kota Bandung.

Kericuhan itu berlangsung sekitar 10-20 menit, sejumlah jurnalis yang berada di teras lantai 2 graha persib hampir terkena lemparan batu dari kerusuhan tersebut.  

Baca Juga: Hari Batik Nasional 2 Oktober 2022, Meriahkan Yuk Lewat Link Twibbon Berikut dan Cara Membuatnya

Pemantik terjadinya kerusuhan Bobotoh adalah ketika beberapa orang meneriakan “Teddy Out” mendesak direktur Persib Bandung tersebut keluar dari manajemen Persib. Dan diikuti oleh seluruh masa aksi sambil melakukan pelemparan.

Pihak kepolisian langsung menanggapi ketika suasana mulai memanas dengan membuat barikade tameng dan mengintruksikan masa aksi untuk menurunkan tensi agar tidak di bubarkan.

Massa aksi berangsur meninggalkan Jalan Sulanjana ketika waktu sudah menunjukan pukul 18.00 WIB atas dasar himbauan dari pihak kepolisian.  

Setelah massa aksimelakukan long marach dari lapangan saparua pada pukul 11.00 WIB dan melakukan demontrasi di depan Graha Persib Kantor PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB).

"Kita pulang bukan berarti eleh (kalah), perjuangan masih terus ada," teriak seorang orator dibarengi bubarnya massa.

Sampai berita ini ditulis belum ada tanggapan dari pihak manajemen Persib atas aksi demonstrasi Bobotoh rabu kemarin.

Load More