Irma Hutabarat mengaku bersahabat bersama Letjen TNI Dr. Doni Monardo.
Bahkan Irma Hutabarat mampu membaca gestur sang jenderal bersama para ajudannya.
Padahal lanjut Irma Hutabarat, jika Doni Monardo adalah seorang Kopasus yang dilatih menjadi mesin pembunuh.
“Pak Doni bilang bahwa saya ini Kopasus. Di Kopasus ini kita (anggota) dilatih untuk jadi mesin pembunuh,” ucap Irma Hutabarat
Namun, ketika Doni Monardo menjabat sebagai Pangdam Siliwangi dan Patimura, dirinya tidak pernah melihat sahabatnya itu membawa senjata api, apalagi 'memarkannya'.
“Tapi (Doni Monardo) selama menjadi Pangdam baik di Siliwangi atau di Patimura, kemana-mana hanya bawa tumbler," kata dia.
Bahkan ajudan sang jenderal melakukan hal sama, yakni membawa tumbler.
"Ajudannya bawa tumbler dan itu betul. Kalau berunding dengan Separatis, ataupun yang bertikai di Patimura datang ngak pakai senjata,” kata Irma Hutabarat.
Dari sana Irma melihat jika sang Letjen percaya kepada masyarakat, bahwa senjata hanya akan menakuti masyarakat.
Dia mengatakan, sang Purnamirawan TNI itu memiliki prinsip kuat keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi.
“Saya (Doni Monardo) tidak pernah suruh bawa ajudan senjata yang bisa nakut-nakutin orang yang akan bertemu saya," kata Irma menceritakan diskusi bersama Doni.
"Dia (Doni Monardo) bilang keselamatan masyarakat itu hukum yang tertinggi loh buat saya,” ungkap Irma.
Rupanya kata Irma, Kopasus justru diajari cara membuat orang lain nyaman.
“Di Kopasus juga diajarin gimana caranya supaya bisa bikin orang nyaman,” tuturnya
Dari sana Irma Hutabarat kemudian menekankan di tubuh Kepolisian harusnta ada pelajaran untuk membuat masyarakat nyaman
“Harusnya di kepolisian juga belajar bahwa bagaimana membuat masyarakat nyaman,”saranya
Sumber: YouTube Refly Harun
Berita Terkait
-
Ramai Diperbincangkan, Ini Hukuman yang Harus Diterima oleh Arema FC Imbas Tragedi Kanjuruhan
-
Ade Armando Puja Puji Polisi Sambil Sebut Aremania sok Jagoan, Bintang Emon: Bangke Saudara Sendiri Dijilat
-
Kuburan Massal Itu di Gate 13 Stadion Kanjuruhan
-
Sulitnya Membaca Hikmah Tragedi Kanjuruhan, Tak Sanggup Menahan Tendangan dan Pentungan, Tubuh Wanita dan Anak Bertumpuk Meregang Nyawa
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Ironi! Banyak Anggota DPRD Blitar Absen Saat Tradisi Sakral Brokohan Pancasila
-
Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!
-
Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu
-
12 Dosa di Jalan Raya yang Bikin STNK Kendaraanmu Mendadak Diblokir
-
Betrand Peto Bicara dari Hati, Minta Giorgio Antonio Bikin Rumah Baru untuk Sarwendah
-
Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
4 Skin Tint Lokal yang Bagus untuk Daily Makeup, Hasil Natural dan Anti Berat
-
Viral Akrobat Bajing Loncat di Atas Truk Pupuk Berakhir di Balik Jeruji Polsek Panjang
-
Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal yang Kritik Kunker Prabowo ke Luar Negeri