SuaraBandung.com – BuzzerRp mulai mengangkat bendera perang setelah Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.
BuzzerRp memuntahkan peluru mereka dengan meramaikan jagat maya menggunakan istilah NasDrun yang mengarah langsung pada Anies Baswedan dan NasDem.
Dengan maraknya sebaran istilah NasDrun yang disebar buzzer, politisi PAN, Viva Yoga Mauladi langsung pasang badan.
Meski secara kepartaian masih beda Haluan, akan tetapi Viva Yoga melihat permainan di media sosial dengan menebar peluru NasDrun adalah sebuah ancaman politik yang sehat.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini tampak bereaksi keras menanggapi ramainya sebutan "Nasdrun".
Dia tak ingin pertarungan sehat politik nasional dicederai oleh politik busuk yang kerap dimainkan buzzer.
Istilah NasDrun yang mulai diluncurkan buzzer ini diduga sebagai jawaban atas pilihan NasDem pada Anies Baswedan.
Siapa saja yang memakai istilah seperti itu, merupakan orang-orang yang memiliki niat melakukan pembodohan alias tidak mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bukan soal NasDrun saja, Viva juga menyoroti kalangan buzzer yang masih saling lempar istilah kadrun dan cebong.
Dia menilai, bangs aini akan semakin rusak dan mundur secara intelektual dengan kata-kata yang dijadikan senjata untuk merusak lawan.
"Istilah-istilah cebong, kampret, kadrun, Nasdrun, dan apalagi nantinya, menyebabkan polusi dan udara politik menjadi pengap, tidak sehat, dan tidak mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Viva kepada wartawan, Selasa (11/10/2022).
Viva juga menilai, adanya istilah tersebut sangat berbahaya lantaran akan menjadi racun bagi generasi muda yang saat ini menggandrungi jagat maya.
Pemikiran masyarakat Indonesia akan dicederai dengan pemikiran rusak dengan istilah-istilah dari kalangan buzzer.
Bahkan Viva menilai, buzzer yang memainkan kerusuhan di jagat media maya akan mengurangi nilai kompetisi pemilu.
"Istilah tersebut adalah bentuk framing media yang destruktif dan menjadi racun yang mengotori otak dan pemikiran masyarakat Indonesia," katanya.
Penggunaan istilah tersebut bagi Viva akan menyeret pada kompetisi pemilu yang tidak sehat.
"Hal itu akan menyebabkan kompetisi elektoral di pilpres mengarah ke zero sum game, menang jadi arang kalah jadi abu,” katanya.
“Atau seperti kata pemikir Thomas Hobbes, ‘Homo homini lupus est’, manusia bagai serigala yang memakan atau menikam sesama manusia," sambungnya.
Melihat serangan buzzer ini, dikatakan Viva justru akan merugikan kerukunan di tengah masyarakat yang saat ini baru sembuh dari luka menganga soal istilah kadrun dan cebong.
Istilah negatif itu kata dia, akan lebih mempertebal penggunaan identitas agama dimasukkan ke dalam turbulensi politik demi peningkatan elektoral.
Viva menjelaskan, memilih dan dipilih adalah nilai dari hak asasi dan bagian dari demokrasi.
Mereka yang memilih atau dipilih oleh kalangan masyarakat yang menilai dari kesamaan primordial atau berdasarkan suku, agama, ras, etnis, atau budaya adalah hak politik warga yang dijamin oleh konstitusi.
"Tetapi jangan memasukkan perbedaan primordial itu untuk alat politik dalam rangka menjelekkan, memfitnah, hate speech dari figur tertentu untuk tujuan meningkatkan elektoral. PAN menentang dan menolak gaya dan cara politik identitas seperti ini," tuturnya. (*)
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Sedang Diincar Geng Firli di KPK, Begini Reaksi NasDem
-
Ni Luh Djelantik Seret Agama Hindu Sambil Pamer Foto Bareng Ganjar Pranowo, Begini Sindiran Mengerikan Diduga ke Anies Baswedan
-
Angkat Kaki Usai Surya Paloh Umumkan Anies Baswedan di 2024, Ni Luh Djelantik Singgung Keselamatan Umat Hindu Bali Terancam
-
Tak Mungkin Dukung Anies Baswedan, Ade Armando Malah Menanti Keajaiban Datangnya Malaikat
-
Jika Anies Baswedan Dijegal, Ini 'Orang-Orang Jokowi' yang Bertarung di Pilpres 2024
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat