/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 06:01 WIB
Korban luka serius Tragedi Kanjuruhan Malang meninggal dunia. Trungkap ada perintah mematikan dari Kapolres Malang. (Foto: Timesindonesia)

SuaraBandung.id - Ada yang bertanya-tanya tentang kapasitas penonton saat tragedi mematikan di Stadion Kanjuruhan terjadi.

Derby Jatim Arema vs Persebaya sudah banyak dikenal akan mendatangkan animo besar dari suporter kedua tim.

Namun saat malam mematikan itu, suporter Persebaya secara resmi tidak hadir dalam pertandingan yang berujung duka tersebut.

Meski tanpa ada Bonek, suporter Persebaya, kondisi Stadion Kanjuruhan saat itu sangat penuh sesak.

Padahal seharusnya, semua pertandingan masih harus berdasar pada pertimbangan siaga Covid-19.

Artinya, kapasita penonton untuk menyaksikan laga tersebut harus dibatasi.

Namun, tampaknya itu tidak terjadi ketika tragedi mematikan Kanjuruhan memakan korban hingga 131 korban tewas. 

Puncak kerusuhan saat segelintir Aremania masuk lapangan, dibalas oleh aparat gabungan dengan tindakan tidak terpuji.

Bukan itu saja, petaka besar muncul saat polisi dengan perintah, menembakkan gas air mata ke ara tribun penonton yang saat itu mulai panik melihat kejadian di lapangan.

Baca Juga: Akibat Ledakan di Jembatan Krimea, Vladimir Putin Menggila

Tembakan gas air mata membuat Aremania semakin ketakutan dan berdesakan ingin keluar dari neraka Kanjuruhan yang diciptakan kepolisian.

Tragedi  usai laga Arema FC kontra Persebaya di Stadion, Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam, benar-benar terjadi dan jadi sejarah kelas sepak bola dunia.

Banyak korban tewas karena ditembaki polisi dengan gas air mata, meski polisi secara resmi membantah itu. 

coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi kanjuruhan (sumber: Suara.com/Dimas Angga)

SANGAT menggelitik dan membuat publik marah, ketika PSSI sebagai induk sepak bola tidak tahu jumlah kapasitas Stadion Kanjuruhan. 

Mereka beralasan karena Stadion Kanjuruhan sifatnya fleksibel dan dilengkapi dengan single seat.

"Sulit menentukan (Kapasitas Kanjuruhan), karena tidak dilengkapi tempat duduk. Itu akan menjadi evaluasi," ujar Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, Kamis (6/10/2022).

Load More