Suara.Bandung.id – Ada dua argument yang sangat ambigu diungkap Kepala Badan Intelijen Inggris (GCHQ), Jeremy Fleming pada Selasa (11/10/2022).
Di satu sisi Jeremy Fleming mengatakan jika Rusia akan selesai dalam peperangan di Ukraina.
Akan tetapi di sisi lain, sekutu AS dan Barat, Jepang malah meminta warga dunia waspada tentang kemungkinan perang nuklir.
Diberitakan sebelumnya, Jeremy Fleming mengatakan serangan pasukan Rusia di Ukraina akan segera berakhir.
Jeremy Fleming mengatakan, pasukan Rusia dalam keadaan terdesak di tengah Perang Ukraina.
Dia melihat jika Rusia salah perhitungan dan kehabisan amunisi dalam serangannya yang sudah hamper delapan bulan.
Jeremy Fleming, mengklaim pada Selasa (11/10) bahwa pasukan Rusia di Ukraina mulai kehabisan senjata.
Sementara bahwa warga Rusia sudah menyadari jika invasi ke Ukraina adalah sebuah langkah Vladimir Putin yang salah perhitungan.
"Kami tahu. Para komandan Rusia di lapangan juga tahu. Pasokan dan amunisi mereka kini telah habis," kata Fleming dalam pidatonya di London.
Secara jelas Jeremy Fleming mengatakan jika pasukan Rusia telah kelelahan dan kehilangan moral perang.
"Pasukan Rusia kelelahan. Eksploitasi tahanan untuk dukungan, dan kini mobilisasi puluhan ribu personel wajib militer yang belum berpengalaman, menunjukkan sebuah situasi yang menggambarkan keputusasaan," katanya.
Dengan pengerahan pasukan wajib militer yang belum berpengalaman, Jeremy Fleming melihat Rusia benar-benar dalam masa sulit.
Jeremy Fleming juga menuturkan, warga biasa di Rusia memilih ‘kabur dari wajib militer dan menyadari mereka tidak lagi dapat bepergian’.
"Mereka sadar akses ke teknologi modern dan pengaruh eksternal akan dibatasi secara drastic,” katanya.
“Mereka merasakan sejauh mana penderitaan kemanusiaan yang mengerikan yang disebabkan perang yang ia putuskan," kata Fleming merujuk pada Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Kemudian Jeremy Fleming berbicara tentang adanya kemungkinan penggunaan senjata nuklir taktis oleh Rusia.
Akan tetapi Jeremy Fleming meyakinkan jika hal itu menurutnya masih jauh dari kenyataan.
Sementara itu, para pemimpin negara G7 mengeluarkan peringatan keras untuk Rusia.
Mereka memperingatkan terkait adanya konsekuensi dari penggunaan senjata nuklir.
Para pemimpin G7 berkumpul setelah peristiwa gelombang serangan Rusia ke Ukraina sebagai pembalasan atas ledakan akhir pekan lalu yang merusak jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Krimea.
"Kami mengutuk serangan (Rusia) ini dengan sekuat tenaga," kata pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, ditambah Uni Eropa dalam pernyataan bersama.
Selain itu, ada kekhawatiran yang meningkat bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir taktis untuk serangan terbatas dalam perang melawan Ukraina.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada wartawan, "Kita tidak boleh membuat Ukraina menjadi sasaran baru pengeboman dengan senjata nuklir."
"Ancaman dan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia tidak boleh terjadi," ia menambahkan. [Antara/Anadolu]
Berita Terkait
-
NATO Bersiap Hadapi Kekuatan Nuklir Rusia, Tegas Minta Negara Anggota Waspada Serangan
-
Akibat Ledakan di Jembatan Krimea, Vladimir Putin Menggila
-
Menteri Luar Negeri Ukraina Sebut Putin Tidak akan Menghancurkan Ukraina, Namun Membuat Teror di Kota yang Damai
-
Presiden Ukraina Sebut Serangan Rusia terhadap Warga Sipil sebagai Kejahatan Mutlak
-
SBY Ungkap Kondisi Perang Rusia-Ukraina, China vs Taiwan: Perang Nuklir Bisa Jadi Kenyataan
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Kalah dari Watanabe di BAC 2026, Ubed Petik Pelajaran dari Mental Pantang Menyerah Lawan
-
Jangan Sampai Menyesal! 5 Kesalahan saat Membeli Lensa Kamera yang Sering Dilakukan
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Two Way Cake dan Compact Powder Apakah Sama? Cek Mana yang Sesuai Kebutuhanmu
-
NAC Breda Tak Terima Dean James Bebas Masalah Paspor, Ajukan Banding ke KNVB
-
Raymond/Nikolaus Akui Kalah Cepat dari Ganda Korea di BAC 2026
-
Daftar Harga HP dan Tablet Huawei April 2026 untuk Pilihan Gadget Flagship
-
Fajar/Fikri Jadikan Laga Pembuka BAC 2026 sebagai Pemanasan
-
Hati-Hati Wishlist Jadi Deathlist! Kutukan Aplikasi Menghantui Remaja di If Wishes Could Kill
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Anrez Adelio Klaim Hubungan Dilakukan Suka Sama Suka