/
Sabtu, 05 November 2022 | 06:46 WIB
Massa aksi demo GNPR 411 di Patung Kuda berkumpul menyuarakan untuk Jokowi mundur sebagai presiden. (Suara.com/Alfian Winanto)

"Saya sekalipun ini bukan ustaz. Tapi, saya bisa takar ilmu anda," katanya. 

"Anda ini cuma modalnya: sorban dan Habib," terangnya.

Bukan itu saja, Habib Kribo juga mengatakan jika  para habib di GNPR itu telah dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh yang benci dengan pemerintah.

"Anda (massa aksi) nggak sadar anda itu dimanfaatkan oleh gerombolan non-Habib," katanya. 

"Itu Yusuf Martak, Haikal Hasan, Novel Bamukmin dan di situ juga ada katanya Ketua Persaudaraan Ulama Kyai Abdul Qahar, dan mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua, hama ini," kata dia 

"Dari KPK ini kok jadi kerdil sekarang, mau digiring-giring ikut untuk demo yang gak ada bobotnya," pungkasnya geram.

Merasa kurang puas mengkritik, Habib Kribo lantas menilai mereka yang mendemo Jokowi sebagai benalu di Indonesia.

Habib Kribo kemudian menuding jika mereka yang berunjuk rasa ini hanya menginginkan agar negeri ini jadi rusuh dan tak berpikir panjang soal kedamaian.

"Cuma benalu di negeri ini. Ada pula aktivis Marwan Batubara serta Slamet Maarif pentolan 212," katanya. 

Baca Juga: Hilangkan Kerutan Wajah, dr. Zaidul Akbar ungkap manfaat dibalik Air Kelapa dan Nanas, Berikut Resepnya

"Nah Slamet ini kita tahulah mereka ini sudah berdagang. Semuanya mereka ini order demo," terangnya.

Lantas, Habib Kribo menduga jika demo yang terjadi, ujung-ujungnya adalah  mendukung Anies Baswedan sebagai Presiden RI.

"Anda ini siapa? Anda tidak ada apa-apanya Martak? Anda ini turun cuma ada yang bayar. Ini semua gerakan hanya mendompleng Islam," katanya. 

"Tujuan anda cuma ingin melemahkan Jokowi, ujungnya untuk mendukung Anies," terangnya.

"Anda ingin besok kalau Anies jadi presiden mungkin hutang anda bisa dilunaskan kasus Lapindo," katanya. 

"Atau mungkin Anda mau cari kekuasaan materi lagi. Jangan begitulah sadar diri anda tuh tinggal di negeri ini negeri ini sudah baik menampung," ucapnya. 

Load More