/
Selasa, 15 November 2022 | 06:01 WIB
Ferdy Sambo minta maaf ke para ajudannya karena terseret kasus pembunuhan Brigadir J. Perlakuan mengerikan Ferdy Sambo pada jasad Brigadir J ini terungkap dari pertanyaan hakim. (tangkapan layar/M Yasir)

"Melihat bapak bawa ibu keluar saya langsung dampingi keluar duluan," kata dia. 

"Sampai di luar pak FS (Ferdy Sambo) memerintahkan Ricky nganter ibu ke Saguling. Saya melihat FS (Ferdy Sambo) telepon saja," tutur Romer.

Romer takut pada Ferdy Sambo

Diakui Adzan Romer, dirinya sempat memberikan keterangan yang berubah-ubah di hadapan tim penyidik.

Alasan sering berubah-ubah tak lain untuk menyelamatkan diri lantaran takut kepada Ferdy Sambo.

Romer berdalih, pengakuannya yang kerap sekali tidak konsisten itu karena takut kepada Ferdy Sambo, yang saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri. 

Hingga akhirnya diakui Romer dirinya sulit mengatakan sebuah kejujuran tentang apa yang dilihat dan dialami saat peristiwa keji di Duren Tiga.

"Karena awalnya kami masih takut memberikan kejujuran," kata Romer menjawab pertanyaan JPU seperti dikutip dari tayangan Kanal Youtube KOMPASTV.

Penegasan soal sering berubah-ubah kesaksian lantas dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Romer.

Baca Juga: Vonis 10 Tahun Penjara! Indra Kenz Bakal Ajukan Banding

Dan lagi-lagi Romer hanya mengaku takut kepada Ferdy Sambo, lantaran sudah ada yang tewas.

"Kami takut saja karena sudah ada orang yang meninggal pak," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu Brigadir Yosua tewas di Kompleks Polri Duren Tiga. 

Otak pembunuhan adalah senior korban yaitu Ferdy Sambo.

Tidak hanya Sambo, ada 4 tersangka yang turut terlibat dalam kasus Duren Tiga berdarah. 

Adapun keempat tersangka itu adalah Bharada E atau Richard Eliezer (ajudan Sambo), Bripka RR atau Ricky Rizal (ajudan Sambo), Kuat Ma'ruf (asisten keluarga Sambo), dan Putri Candrawathi (istri Sambo).

Load More