/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:10 WIB
Waktu Terbaik Membaca Alkahfi di Hari Jumat (Pixabay)


SuaraBandung.id- Hari Jumat adalah hari penuh berkah bagi umat Islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa kemuliaan Jumat melebihi keistimewaan momen Idul Fitri dan Idul Adha.

Maka tak salah, pada hari ini umat Islam pun diingatkan untuk membaca Surat Al Kahfi.

Sebuah hadist sahih menyebutkan, barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat. Masya Allah!

Tak hanya itu saja, bagi para muslim yang membaca surat Al-Kahfi pada Hari Jumat, niscaya akan menghindarkannya dari fitnah Dajjal.

Banyak persepsi muncul, kapan waktu terbaik pada Jumat untuk membaca surat Alkahfi?

Sebagian ulama mengatakan pada waktu magrib pada Kamis menuju malam Jumat. Ada pula yang mengatakan setelah usai menunaikan sholat Jumat.

Surat Al Kahfi memang memiliki keistimewaan tersendiri.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih).

Baca Juga: Hadapi Peringkat 1 Dunia, Gregoria Perjuangkan Tiket Semifinal BWF World Tour Finals 2022

Selain itu, membacanya pada hari Jumat juga akan menghindarkan umat dari fitnah Dajjal yang keji.

“Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR Muslim).

Ternyata selama hari Jumat, waktu tersebut sangat baik untuk membaca surat Al- Kahfi.

Para ulama mengatakan, batasan waktu untuk membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat adalah dimulai dari tenggelamnya matahari pada sore hari Kamis (malam Jumat) sampai pada tenggelamnya matahari pada sore hari Jumat.

Hal ini diperkuat dengan Hadis Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallaahu’anhu:

Artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka ia akan diterangi oleh cahaya, antara dirinya dan al-bait al-‘atiq (ka’bah)”. (HR Darimi: 3407, dan dinilai shahih oleh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’: 6471).

Artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi paa hari jumat, maka ia akan diterangi oleh cahaya diantara dua Jumat tersebut”. (HR Al-Hakim: 2/399, dan dinilai hasan oleh Ibnu Hajar, dan diikuti pula oleh Al-Munawi sebagaimana dalam Faidh Al-Qadir: 6/198, serta dinilai shahih oleh Al-Albani: 6470).

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata tentang hadis ini, “Demikianlah yang terdapat dalam beberapa riwayat, ada yang menyebutkan: siang hari jumat, dan ada yang menyebutkan: malam jumat, keduanya disinkronkan bahwa maksudnya adalah siang hari jumat sekaligus malam jumatnya, atau malam hari jumat sekaligus juga siang harinya”. (Dinukil oleh Al-Munawi rahimahullah dalam Faidh Al-Qadir: 6/199).

Al-Munawi menyatakan, “Maka disunatkan membacanya (surat Al-Kahfi) pada siang hari Jumat, demikian pula pada malam harinya, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syafi’i rahimahullah”. (Faidh Al-Qadir: 6/198).

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka seluruh waktu pada hari Jumat adalah saat terbaik untuk membaca surat Al Kahfi.***

Load More