SuaraBandung.id- Hari Jumat adalah hari penuh berkah bagi umat Islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa kemuliaan Jumat melebihi keistimewaan momen Idul Fitri dan Idul Adha.
Maka tak salah, pada hari ini umat Islam pun diingatkan untuk membaca Surat Al Kahfi.
Sebuah hadist sahih menyebutkan, barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat. Masya Allah!
Tak hanya itu saja, bagi para muslim yang membaca surat Al-Kahfi pada Hari Jumat, niscaya akan menghindarkannya dari fitnah Dajjal.
Banyak persepsi muncul, kapan waktu terbaik pada Jumat untuk membaca surat Alkahfi?
Sebagian ulama mengatakan pada waktu magrib pada Kamis menuju malam Jumat. Ada pula yang mengatakan setelah usai menunaikan sholat Jumat.
Surat Al Kahfi memang memiliki keistimewaan tersendiri.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih).
Baca Juga: Hadapi Peringkat 1 Dunia, Gregoria Perjuangkan Tiket Semifinal BWF World Tour Finals 2022
Selain itu, membacanya pada hari Jumat juga akan menghindarkan umat dari fitnah Dajjal yang keji.
“Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR Muslim).
Ternyata selama hari Jumat, waktu tersebut sangat baik untuk membaca surat Al- Kahfi.
Para ulama mengatakan, batasan waktu untuk membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat adalah dimulai dari tenggelamnya matahari pada sore hari Kamis (malam Jumat) sampai pada tenggelamnya matahari pada sore hari Jumat.
Hal ini diperkuat dengan Hadis Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallaahu’anhu:
Artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka ia akan diterangi oleh cahaya, antara dirinya dan al-bait al-‘atiq (ka’bah)”. (HR Darimi: 3407, dan dinilai shahih oleh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’: 6471).
Berita Terkait
-
Kapan Sholat Dzuhur Wanita di Hari Jumat? Apakah Harus Menunggu Jumatan Selesai?
-
Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Ini Panduan Tata Cara Sesuai Syariat Islam
-
Sholat Taubat Dilakukan Kapan? Ini Waktu Terbaik dan Tata Cara yang Benar
-
5 Waktu Terbaik untuk Boleh Bersifat Egois, Coba Lebih Sayangi Dirimu!
-
Shalat Istikharah Lengkap: Niat, Cara, Jumlah Rakaat, Waktu Mengerjakan
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Sinergi Warga dan BRI Bawa Desa Empang Baru Kian Berdaya Saing
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Sentuhan Program Desa BRILiaN Percepat Kemajuan Empang Baru
-
Desa Empang Baru Perkuat Ekonomi Lewat Bantuan BRI dan Digitalisasi Keuangan
-
BUMKam Mekar Sari Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Empang Baru
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru