/
Senin, 12 Desember 2022 | 15:56 WIB
Buya Yahya ungkap 'ancaman yang indah' ataupun cara merayu istri saat emosi dan marah. (Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Memberi nama seorang anak hendaknya didasari dengan makna yang baik. Ada kaidah yang harus digunakan dalam memberi nama seorang anak.

Hal Tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Buya Yahya. Buya Yahya pun menjelaskan bagaimana cara memberi nama anak yang sesuai dengan kaidah Islam.

Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 11 Desember 2022, berikut ulasannya.

"Ada kaidah di dalam memberi nama seorang anak di samping secara makna adalah baik. Maknanya harus baik dong," ungkap Buya Yahya.

"Kalau diberi nama yang artinya tidak baik, (misal) namanya 'pahit banget', nggak enak namanya 'pahit banget', jangan kasih nama 'pahit banget'," lanjut Buya Yahya Menjelaskan.

Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa nama yang indah dapat disesuaikan dengan bahasa Indonesia adaupun bahasa daerah.

"Kasih nama yang indah. Kalau bahasa Indonesia ya mungkin 'Indah', yang bagus. Kalau dikasih nama Jawa ya nama-nama yang menarik dong nama-nama baik. Nama Arab pun demikian, jadi imbauannya adalah nama itu yang maknanya bener," kata Buya Yahya.

"Artinya bener, anda bisa buat dari diri anda sendiri tanpa ada hubungannya dengan siapapun tapi artinya harus bener, baik," imbuh Buya Yahya.

Buya Yahya pun menyampaikan bahwa nama yang baik saja belum tentu cukup, ia menganjurkan agar memberi nama-nama yang ada hubungannya dengan orang-orang baik.

Baca Juga: Berkeliaran di Kemang Jaksel, Pelaku Begal Bersenjata Celurit Rampas HP hingga Tas Pengunjung Warkop

"Yang kedua, nama baik juga belum tentu cukup, akan tetapi harus ada hubungannya dengan orang-orang baik. Kenapa kita dianjurkan memberi nama-nama seperti nama Abdurrahman, karena ada makna penghambaan kepada Allah," ucap Buya Yahya.

"Abdullah, termasuk nama Muhammad, namanya Sayyidina Muhammad dipakai oleh anak kita (maka) boleh," lanjutnya.

Setelah itu, Buya Yahya mengingatkan agar tidak memberikan nama yang maknanya tidak baik.

"Kalau anda tidak jelas namanya jangan diberi nama, nggak tahu maknanya tahu-tahu maknyanya serem. Jadi nama maknanya harus bener, yang kedua adalah nama tersebut ada hubungannya dengan orang-orang baik," kata Buya Yahya.

Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa nama yang dihubungkan dengan orang-orang baik merupakan satu pengingat agar orang yang memiliki nama tersebut juga bersikap baik.

"Di saat anda memberi nama anda, namanya adalah Salman, maka di saat anda diberi nama Salman, harus ingat Salman Al Farisi. Kalau ingat Salman yang lainnya yang nggak bener ya jangan dong," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya pun mengungkapkan bahwa nama yang disesuaikan dengan budaya daerah diperbolehkan dan tetap dapat dihubungkan dengan nama orang-orang baik.

"Nama tidak harus dengan nama-nama istilah Arab. Orang Jawa mungkin dia ingin memberi namanya dengan nama Jawa, setelah namanya 'Ahmad', 'Ahmad' siapa. Ahmad dikasih (disertai) nama Jawa karena dia orang Jawa atau orang Sunda," ungkap Buya Yahya.

Atau apa gitu bisa saja, yang penting maknanya baik, kemudian makna itu dihubungkan dengan orang-orang yang baik," pungkasnya.

Adapun penjelasan selengkapnya dari Buya Yahya dapat disimak melalui video berikut.

Load More