Suara.com - Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak angkat bicara terkait penghapusan nama eks Gubernur DKI Anies Baswedan di Lapangan Ingub yang diresmikan Anies. Ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tak menghapus nama Anies itu.
"Saya yakin tidak ada upaya pemprov DKI untuk menghilangkan," ujar Gilbert saat dikonfirmasi, Senin (12/12/2022).
Ia bahkan menyebut sebaliknya, Anies ketika menjabat melakukan penghilangan nama pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Berbagai kebijakan yang dibuat Ahok diganti namanya agar terlihat hasil kerja Anies.
"Justru era Anies ada upaya sistematis menghilangkan jejak Ahok, ganti nama RPTRA, e-katalog, dan lain-lain," ucapnya.
Gilbert yakin Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tidak akan melakukan tindakan politis seperti menghilangkan nama Anies dalam Kebijakannya. Pasalnya, Heru merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Gubernur sekarang kan birokrat murni, lebih dari 30 tahun. Pejabat DKI sekarang masih 99 persen yang diangkat Anies," pungkasnya.
Viral
Sebelumnya, beredar di media sosial, penghapusan nama eks Gubernur Anies di lapangan Ingub Klender, Jakarta Timur. Padahal, yang merupakan sosok yang menginisiasi dan meresmikan lapangan latihan standar internasional untuk warga itu.
Baca Juga: Pemprov DKI Hilangkan Peninggalan Anies, Slogan Jakarta Kini Diubah
Hal ini diketahui berdasarkan unggahan akun Twitter @AniesIndonesia. Akun ini menampilkan foto perbandingan lapangan Klender sebelum dan sesudah nama Anies dihapus.
Terlihat pada foto sebelum, tertulis pesan pada banner di lapangan dengan nama Anies Baswedan, Phd tertulis di tembok. Lalu pada foto sesudah nama Anies dihapus dan diganti Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.
Begitu juga banner besar di luar lapangan yang tadinya bertuliskan nama Anies diganti jadi Dinas Pemuda dan Olahraga DKI. Memang terlihat seperti ada tambalan pada foto atau tembok yang tadinya bertuliskan Anies itu.
Akun itu pun menyebut tindakan ini tak berpengaruh karena nama Anies tetap ada di hati masyarakat.
"Silakan dihapus nama Mas Anies, tapi rekam jejak beliau selalu di hati warga Jakarta dan harum di pelosok Indonesia," kicau akun itu, dikutip Jumat (9/12/2022).
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Hilangkan Peninggalan Anies, Slogan Jakarta Kini Diubah
-
Beda Salaman Anies dan Ahok di Pernikahan Kaesang-Erina, Satunya Langsung Turun Lainnya Mandek Panggung
-
NasDem Lebih Pilih Anies Ketimbang Ganjar, Alasannya Buat Jaga Persatuan: Dia Toleransi Agama
-
Makjleb! Surya Paloh Disebut Egois, Anies Baswedan Bisa Jadi Ketum Partai NasDem Jika Gagal Nyapres
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal