SuaraBandung.id - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), Abraham Samad berhasil sosok penting di lingkungan sepakbola tanah air "nyanyi" soal kasus suap menyuap di ajang pemilihan Ketua Umum PSSI.
Bahkan Abraham Samad mendapatkan informasi, calon ketua umum PSSI diminta untuk menyerahkan suara dengan iming-iming rupiah yang mengiurkan.
Tentang adanya dugaan praktik suap menyuap di pencalonan Ketum PSSI ini berhasil diungkap Abraham Samad saat berdiskusi bersama legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.
Secara terang benderang Kurniawan alias Si Kurus mengakui adanya praktik suap menyuap di ajang pemilihan Ketum PSSI.
Bahkan Kurniawan bahkan sampai ditawari untuk menyerahkan suara dukungannya kepada calon lain untuk bisa berkuasa di PSSI.
Sebagaimana diketahui jika Kurniawan pernah berkeinginan untuk maju di ajang pemilihan Ketum PSSI pada 2017 lalu.
Sejak dirinya membuka diri untuk maju menjadi Ketum PSSI, dari sana mulai banyak nomor yang tidak diketahui menghubunginya.
Mulai dari adanya pertanyaan siapa yang ada di belakang Kurniawan hingga tawaran memberikan suara dukungan ke calon Ketum PSSI.
Berikut adalah petikan obrolan Kurniawan bersama Abraham Samad tentang pencalonan Ketum PSSI yang sarat dengan praktik suap menyuap.
Baca Juga: Begal di Bandung Sukses Pancing Pemkot 'Buang Anggaran' Rp62 Miliyar di 2023
Eks Sampdoria Primavera, Kurniawan Dwi Yulianto adalah pemain idola di masanya. Praktis seluruh masyarakat Indonesia pada saat itu, mengenal Kurniawan sebagai pencetak gol terbanyak bagi Timnas Indonesia.
Lama menapaki karier sebagai pesepakbola, Kurniawan pensiun dan mencoba untuk masuk dalam struktur di PSSI.
Saat itu Kurniawan Dwi Yulianto sempat mencalonkan sebagai Ketua Umum PSSI pada tahun 2017 silam.
Ketika masuk lebih dalam untuk persiapan mencalonkan diri, Kurniawan dibuat kaget lantaran banyaknya suap menyuap demi bisa menjadi ketua umum PSSI.
Di luar dugaan, Kurniawan mengakui pernah ditawari oleh orang yang tidak dikenal agar tetap maju sebagai Ketua Umum PSSI.
"Mas Kurniawan, betul nggak suara-suara burung yang mengatakan bahwa di PSSI masih bisa saja terjadi fraud atau kecurangan-kecurangan dan lain sebagainya?" tanya Abraham Samad kepada Kurniawan Dwi Yulianto dalam petikann wawancaranya di kanal YouTube Abraham Samad pada Rabu, 18 Januari 2023.
Awalnya Kurniawan seperti enggan berbicara lebih dalam atas pertanyaan Abraham Samad. "Yang saya dengar (praktik suap menyuap) iya. Saya dengar ya, tapi saya tidak berani memastikan," katanya.
Saat Kurniawan memberi penjelasan, Abraham Samad memotong pembicaraan. Abraham berharap agar Kurniawan kembali maju sebagai Ketua Umum PSSI 2023.
Abraham Samad menilai, PSSI itu lebih pantas jika mantan pemain sepakbola itu memimpin PSSI.
"Saya berharap Anda (Kurniawan) bisa mencalonkan lagi, karena ya saya sebagai orang awam mas Kurniawan federasi sepak bola itu harus diurus oleh mantan pemain," kata Abraham Samad.
Kurniawan lantas bercerita jika dirinya pernah dikagetkan dengan upaya suap menyuap kepada dirinya.
Pemain yang sempat tersandung kasus hukum ini lantas mengaku dikagetkan dengan telepon dari orang yang tidak ia kenal.
Saat itu kata Kurniawan, orang tersebut menawarinya untuk melakukan suap.
"Tapi niat saya itu, membukakan pikiran mereka saat mereka masuk ke dalam gitu kan, dan apa yang terjadi terus terang saya kaget bang, saya kaget sekali tahun 2017 itu saya ditelfonin sama beberapa orang yang gak dikenal lah bahkan 'Kurniawan di belakang lo siapa nih sebenernya' maksudnya kenapa saya bilang kan, 'saya bisa dapetin suara, satu suara sekian'," ujarnya lagi.
Abraham Samad kembali bertanya, apakah setiap pemilihan Ketum PSSI selali kental dengan praktik suap menyuap?
"Jadi mas Kurniawan, pemilihan Ketua Umum PSSI itu selalu diwarnai dengan praktik suap-menyuap dan kecurangan, ya?" tanya mantan ketua KPK itu.
"Yang saya yakinin ya, tapi kalo calon yang lain saya gak tau bang, tapi yang nawarin ke saya ada," kata pria kelahiran Magelang itu.
"Itu 2017, ya?" tanya pria berusia 56 tahun itu.
"Iya 2017, tapi mudah-mudahan sih nggak ada lagi, soalnya saya gak tau," ujar Kurniawan.
Ketika itu diakui Kurniawan, dirinya pernah dimintai suara oleh orang lain padahal ia sendiri juga mencalonkan sebagai ketua umum.
"Kalo faktanya saya gak tau, tapi pasti ada kemungkinan, ya mungkin-mungkin aja bang, soalnya kan voternya gak bisa kita jagain juga bang," imbuhnya.
"Tapi saya tidak berani pasti ada nggak, kemungkinan mungkin bisa ya bisa nggak, karena based on my experience tadi bang tahun 2017, bahkan ketika kongres saja, saya waktu pemilihan ke toilet itu ada orang yang minta suara sama saya," tukasnya. (*)
Berita Terkait
-
Namanya Masuk Bursa Calon Anggota Exco PSSI, Ini Respons Sekjen Perbasi Nirmala Dewi
-
Bursa Calon Ketua Umum PSSI: Baca Prestasi Erick Thohir dan La Nyalla, Lebih Banyak Siapa?
-
Menteri hingga Politisi Nyalon Ketua Umum PSSI, Ini Tahapan Pemilihannya!
-
Menpora Bidik Kursi Waketum PSSI, Nasib Cabang Olahraga Lain Bagaimana?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Putuskan Cerai, Clara Shinta Heran Suami Malah VCS saat Ekonomi Lagi Susah
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
-
Kapolda Riau Rotasi Massal Polsek Panipahan Imbas Rusuh Isu Sarang Narkoba
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual