SuaraBandung.id- Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana pada unggahan dari kanal youtube narasi newsroom mengungkapkan adanya dugaan praktik kejahatan pada pemilihan umum (Pemilu).
Praktik ini dilakukan secara terstruktur atas adanya arahan atau intruksi dari atas ke bawah dan bersifat masif.
Hal ini ia sampaikan berdasar pada penelitiannya ketika membaca dan mengikuti sejumlah informasi, pengakuan dan pemberitaan di Indonesia.
Menurutnya ada pola yang serupa ketika membicarakan tentang dugaan kejahatan pemilu atau ada manipulasi.
"Kalau kita mengikuti dan membaca sejumlah pemberitaan, pengakuan dan informasi yang masuk kepada kami, polanya serupa," ungkap Kurnia Ramadhana pada Selasa (17/1/2023).
Pola yang dimaksud tersebut adalah adanya perintah atau intruksi dari atas ke bawah untuk melakukan manipulasi itu.
"Ketika pola itu serupa dan hampir semua mengatakan ada intruksi berjenjang," sambung peneliti ICW yang kemudian dikutip oleh bandung.suara.com pada Rabu (18/1/2023).
Adapun berjenjang, menurut penuturan dari Kurnia Ramadhana itu memiliki arti bahwa hal ini terjadi baik pada tingkat provinsi bahkan di Pemilu Republik Indonesia.
Maka menjadi tidak salah, jika hingga sekarang dugaan praktik kehahatan pemilu atau manipulasi seperti ini masih berjalan secara masif dan terstruktur.
"Kalau kita berbicara berjenjang berarti ada tingkat provinsi ada tingkat republik indonesia atau KPU pusat."
"Maka dari itu tidak salah jika kemudian ketika ini sangat masif."
"Maka ini adalah praktik kejahatan pemilu yang terstrukrur dan masif," ungkapnya dan dikutip oleh bandung.suara.com pada Rabu (18/1/2023). (*)
Sumber: Youtube Narasi Newsroom
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Kluivert hingga Ronaldo Nazario Siap Panaskan SUGBK di Clash of Legends 2026
-
Nostalgia Mobil Klasik di BMW Group Festival of JOY
-
Logan Lucky: Rencana Gila Merampok Arena Balap NASCAR, Malam Ini di Trans TV
-
Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah
-
Sehari Operasi, Anak Buah Pramono Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-sapu
-
Headphone Retro "Kalcer" di Bawah 500 Ribu: Mengulik Moondrop Old Fashioned
-
Menaker Dorong Itjen Bertransformasi: dari Pencari Temuan Menjadi Mitra Pencegah Risiko
-
Berapa Gaji Ketua Ombudsman? Baru Dilantik Seminggu, Kini Jadi Tersangka Korupsi
-
Polda Metro Jaya Hentikan Kasus Ijazah Palsu Jokowi untuk 3 Tersangka, Ini Alasannya
-
Menaker: Serikat Pekerja Adalah Mitra, Bukan Lawan Perusahaan