/
Rabu, 18 Januari 2023 | 13:47 WIB
Kurnia Ramadhana, ungkap adanya dugaan kejahatan pemilu (Foto: Tangkapan Layar dari Youtube/Narasi newsroom)

SuaraBandung.id- Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana pada unggahan dari kanal youtube narasi newsroom mengungkapkan adanya dugaan praktik kejahatan pada pemilihan umum (Pemilu).

Praktik ini dilakukan secara terstruktur atas adanya arahan atau intruksi dari atas ke bawah dan bersifat masif.

Hal ini ia sampaikan berdasar pada penelitiannya ketika membaca dan mengikuti sejumlah informasi, pengakuan dan pemberitaan di Indonesia.

Menurutnya ada pola yang serupa ketika membicarakan tentang dugaan kejahatan pemilu atau ada manipulasi.

"Kalau kita mengikuti dan membaca sejumlah pemberitaan, pengakuan dan informasi yang masuk kepada kami, polanya serupa," ungkap Kurnia Ramadhana pada Selasa (17/1/2023).

Pola yang dimaksud tersebut adalah adanya perintah atau intruksi dari atas ke bawah untuk melakukan manipulasi itu.

"Ketika pola itu serupa dan hampir semua mengatakan ada intruksi berjenjang," sambung peneliti ICW yang kemudian dikutip oleh bandung.suara.com pada Rabu (18/1/2023).

Adapun berjenjang, menurut penuturan dari Kurnia Ramadhana itu memiliki arti bahwa hal ini terjadi baik pada tingkat provinsi bahkan di Pemilu Republik Indonesia.

Maka menjadi tidak salah, jika hingga sekarang dugaan praktik kehahatan pemilu atau manipulasi seperti ini masih berjalan secara masif dan terstruktur.

Baca Juga: Harga Tiket Meet and Greet Bunda Corla Dinilai Terlalu Mahal, Ivan Gunawan Bocorkan Tempat agar Gratis Bertemu

"Kalau kita berbicara berjenjang berarti ada tingkat provinsi ada tingkat republik indonesia atau KPU pusat."

"Maka dari itu tidak salah jika kemudian ketika ini sangat masif."

"Maka ini adalah praktik kejahatan pemilu yang terstrukrur dan masif," ungkapnya dan dikutip oleh bandung.suara.com pada Rabu (18/1/2023). (*)

Sumber: Youtube Narasi Newsroom

Load More